

inNalar.com – Mario Dandy Satrio punya IPK dengan kategori Nasakom saat masih menjadi mahasiswa sebelum di DO kampus.
Sebelumnya Mario Dandy Satrio di DO Universitas Prasetiya Mulya dampak dari kasus penganiayaan terhadap David.
Kini justru IPK Mario Dandy Satrio saat masih jadi mahasiswa terbongkar. Ada istilah Nasakom yang menggambarkan ukuran kemampuan selama kuliah.
Baca Juga: Sifat Asli Agnes Pacar Mario Dandy Satrio Akhirnya Terungkap, Begini Kata Teman Satu Sekolahnya
Istilah Nasakom sering diberikan kepada Mahasiswa yang mempunyai nasib IPK satu koma alias kurang dari dua dan terpaut jauh dari nilai maksimal yaitu empat.
Akun Twitter bernama @theIawless membagikan cuitan dengan mempertunjukkan semacam surat peringatan terhadap evaluasi studi saat kuliah.
Terlihat pada postingan tersebut ada gambar screenshot yang menunjukkan surat peringatan kepada orang tua karena nilai IPS mahasiswa yang berkaitan kurang dari kriteria minimum.
Pada gambar tersebut juga tertulis jelas bahwa Mario Dandy Satrio yang kini tengah viral mempunyai IPS 1.03 saat ajaran semester 1.
IPS tersebut juga membuat secara otomatis IPK Dandy hanya di angka 1.03, padahal nilai minimalnya 2.25. Tentunya nilai ini bisa dikategorikan Nasakom dalam bahasa gaul mahasiswa.
Lebih lanjut, gambar dalam postingan tersebut juga menerangkan jika dengan nilai IPK seperti itu, membuat Dandy akan mengalami keterlambatan kelulusan.
Tapi situasi saat ini telah berubah, tanpa mengalami keterlambatan lulus pun kini Dandy sudah tak menyandang status mahasiswa karena resmi di DO.
Cuitan dari @theIawless kini mendapatkan retweet sebanyak 1946, komentar sebanyak 484, dan like 4982 sejak artikel ini ditulis.
Namun terlepas dari postingan tersebut, kabar terkait IPK Dandy ini belum tentu benar. Sebab tidak ada klarifikasi resmi dari Dandy maupun pihak bersangkutan yang membenarkan kabar ini.
Baca Juga: Kuasa hukum Agnes Buka Suara Terkait Kasus Penganiayaan David, Putra Pengurus Pusat GP Ansor
Kini Dandy harus meratapi nasib menjadi tersangka setelah resmi ditetapkan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.
Kekerasan yang dilakukan Dandy sudah melewati batas dan berdampak pada banyak hal termasuk ayahnya yang kini harus melepas jabatan ASN.
Selain itu tindak kekerasan yang dilakukan Dandy, membuat David hingga kini belum pulih kesehatannya.
Baca Juga: Putra Pengurus Pusat GP Ansor Berpotensi Alami Cacat Permanen Usai Dianiaya Anak Pejabat Pajak
Bahkan teman Dandy yang bernama Shane juga turut terdampak akibat penganiayaan ini. Shane bersalah karena merekam sekaligus membiarkan penganiayaan yang dilakukan Dandy terhadap David terjadi. ***