

inNalar.com – Seorang pelajar SMP di Pasuruan ditendang anggota geng. Videonya membuat salah satu anggota DPR yaitu Ahmad Sahroni ikut menyorotinya.
Ahmad Sahroni membagikan video tersebut di akun Instagramnya kemarin, terlihat pelajar SMP ditendang seorang pemuda yang diduga anggota geng tertentu.
Awalnya terlihat jika pelajar SMP di Pasuruan itu dikepung oleh empat pemuda, sampai kemudian ada satu orang yang diduga ketua anggota geng memberikan tindak kekerasan.
Pemuda itu mengatakan kepada korban dengan bahasa jawa “arek-arek gak trimo” atau jika diterjemahkan menjadi anak-anak tidak terima.
Kemudian pemuda itu lanjut menendang bagian perut korban hingga terpental dan membuat pelajar menahan sakit hingga meminta maaf.
Korban meminta maaf kepada pemuda itu dengan berkata “sepurane Mas” atau jika diterjemahkan menjadi mohon maaf mas.
Tapi justru pemuda itu menendang lagi korban untuk yang kedua kalinya di bagian kepala atau mulut korban.
Hingga kemudian orang yang merekam meminta pemuda itu berhenti dengan berkata “wes mas, wes mas” atau jika diterjemahkan menjadi sudah mas, sudah mas.
Setelah ditelusuri lebih lanjut berdasarkan informasi Instagram @undercover.id, kemudian para geng pemuda itu sempat dikumpulkan oleh beberapa warga.
Pemuda yang melakukan tendangan ke korban tampak tertunduk lesu ketika dikerumuni dan ditanyai warga.
Seorang warga meminta pemuda yang melakukan kekerasan itu untuk tidak menunduk dan memintanya berbicara jelas.
“ngomong o nak kene, ojok wedi ambe kene, iki kan bos e, loh ndangak o,” ucap warga. Jika diterjemahkan menjadi “berbicaralah sami kami, jangan takut, ini kan bosnya (menunjuk pelaku), angkat lehermu,”.
Setelah ditelusuri alasan pemuda itu melakukan tindak kekerasan karena sang pelajar tidak mau bergabung dengan gengnya.
Kasus ini ditangani oleh Polres Pasuruan, pihak kepolisian menjelaskan jika pelajar dan pemuda itu saling kenal.
Ternyata pemuda merasa tidak terima karena pelajar tersebut tidak mau diajak bergabung atau bergaul dan juga tidak aktif di grup WA.
Baca Juga: Kuat dan Sehat dengan Hapalkan doa Jelang Puasa Bulan Ramadan dari Ustadz Adi Hidayat Ini
Si Pelajar memang sengaja ditunggu saat pulang sekolah hingga akhirnya kejadian seperti yang ada di video itu terjadi.
Pemuda tersebut berkediaman di Desa Pelintahan dan Lumbang Rejo, melalui surat kesepakatan bersama yang diketahui kepala desa, kini kasus itu akan diselesaikan secara kekeluargaan. ***