

inNalar.com – Ibadah puasa di bulan Ramadhan 2023 merupakan rukun Islam keempat yang menjadi tanda seseorang beragama Islam.
Karena Ramadhan 2023 sudah hampir tiba, alangkah baiknya kita terlebih dahulu mengetahui syarat-syarat puasa yang wajib dipahami seorang muslim.
Sebab, puasa di bulan suci Ramadhan 2023 hukumnnya wajib dilakukan bagi seluruh umat muslim di samping harus memperhatikan syarat-syarat tertentu.
Baca Juga: Mario Dandy Satrio Lari Terbirit-birit Sebelum Lakukan Rekonstruksi Atas Penganiayaan Terhadap David
Selain syarat puasa, dalam artikel ini juga akan dijelaskan tentang hukum-hukum membatalkan puasa.
Untuk syarat sah puasa Ramadhan 2023 sebagai berikut:
1. Berakal: Artinya orang gila tidak diwajibkan untuk puasa
2. Baligh: Adapun tanda seseorang sudah baligh adalah sempurna umur 15 tahun bagi laki-laki maupun perempuan, mimpi basah bagi laki-laki maupun perempuan dan Haid bagi perempuan.
Baca Juga: Ramadhan 2023: Inilah Adab dan Tingkatan Puasa Menurut Para Ulama, Muslim Wajib Paham!
3. Kuat atau mampu berpuasa: Tidak diperkenankan untuk orang sakit atau orang yang tidak kuat berpuasa seperti orang yang sudah tua.
4. Mukim: Tidak sedang bepergian atau musafir. Karena orang yang sedang dalam perjalanan dibolehkan baginya untuk tidak berpuasa namun harus tetap menggantinya di hari lain. Dapat dikatakan demikian jika jarak tempuh nya mencapai dua marhalah atau menurut Habib Zain bin Smith dalam buku Matan Safinatun Naja karangan KH. Ust. Yahya Wahid Dahlan Al-Mutamakkin jarak tempuh nya sekitar 82 KM.
Selain itu, dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan terdapat beberapa hukum bagi seseorang yang membatalkan puasa sesuai dengan kondisinya. Kondisi ini terbagi menjadi 4, yakni berikut:
Baca Juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadhan 2023 di Wilayah Sukabumi, Jawa Barat Selama Ramadhan 1444 H
1. Wajib.
Seperti perempuan yang kedatangan Haid atau nifas wajib membatalkan puasanya.
2. Jaiz atau boleh
Dibolehkan untuk membatalkan puasa bagi orang yang sedang bepergian atau sakit. Dikatakan boleh bagi seorang musafir apabila perjalanan yang dilakukan mencapai jarak minimal 80,64 KM.
3. Tidak dihukumi
Halnya orang gila yang tidak terikat dengan hukum karena keterbatasannya.
4. Haram
Bagi orang yang sedang mengqadha puasanya di waktu yang sempit atau dekat dengan Ramadhan berikutnya.
Demikian syarat sah serta hukum membatalkan puasa yang harus dipahami selama kita menjalankan ibadah puasa.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi