

inNalar.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan transaksi janggal di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ada kaitannya dengan dugaan pencucian uang.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Pencegahan dan Pemberantasan TPPU itu mengungkapkan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR, Rabu (29/3/2023).
Dalam keterangannya, Mahfud MD menjawab kritikan Arteria Dahlan soal transaksi mencurigakan di Kemenkeu. Sebelumnya, F-PDIP itu menyebutkan bahwa, pejabat negara wajib merahasiakan dokumen terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Baca Juga: BREAKING NEWS: FIFA Cabut Status Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Dan jika melanggar hal tersebut, siapapun bisa diancam pidana paling lama empat tahun penjara.
Mahfud menjelaskan TPPU adalah transaksi keuangan yang menyimpang dari profil, karakteristik atau kebiasaan pola transaksi dari penggunanya.
“Kalau profilnya menteri kira-kira pendapatannya berapa, kok tiba-tiba hartanya sekian. Nah itu menyimpang dari profil, itu bisa dicurigai sebagai TPPU,” katanya.
“Modusnya begini, satu kepemilikan saham pada perusahaan atas nama keluarganya. Seperti yang baru diumumkan.”
Seperti kasus yang menimpa Rafael Alun Trisambodo yang mana dalam laporan LHKPN angka yang tertera terlihat wajar.
Namun, aset dan istrinya memiliki harta mewah. Hal ini menurut Mahfud MD, fenomena seperti itu bisa dicurigai sebagai tindak pidana.
Baca Juga: Aksi Genit Janis Aneira Tanya Penggemar Para Pencari Tuhan Jilid 16 Soal Menu Buka Puasa
Sejatinya, profesor 65 tahun itu memaparkan sejumlah indikator untuk menangkap pejabat yang diduga melakukan tindak pidana pencucian uang.
Lanjut Mahfud MD, PPATK telah bekerja keras untuk membongkar sejumlah kasus yang dimanipulasi oleh sejumlah oknum pejabat.
Salah satu contoh, ia mengatakan bahwa ada pejabat yang memiliki kekayaan tak wajar tapi pajaknya kurang dari ketentuan. Tak hanya itu beberapa modus kerap kali tak bisa dibongkar oleh instansinya.
Sehingga Mahfud MD menghimbau peran PPATK sangat penting dalam pemberantasan korupsi dan tindak pencucian uang.
Di hadapan Arteria Dahlan dan anggota dewan lainnya, Mahfud mewanti-wanti agar tidak mudah menyalah artikan proses penyelidikan dan jangan menghambat penegakan hukum.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi