

inNalar.com – Gus Towus menjelaskan tentang kapan lailatul qadar dimungkinkan datang kepada umat Islam pada sepuluh hari terakhir.
Pada dasarnya, lailatul qadar bersifat tersembunyi. Menurut Gus Towus, tidak ada yang mampu mengetahui secara pasti kapan kedatangannya.
Gus Towus menjelaskan lebih lanjut, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah sekalipun menyebutkan secara pasti terkait kapan lailatul qadar terjadi.
Baca Juga: Quraish Shihab Jelaskan Bagaimana Muslim Bersiap Menyambut Lailatul Qadar, Begini Penjelasannya!
Gus Towus menerangkan bahwa terdapat sebuah hadits yang menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mengetahui secara pasti pada tanggal yang mana lailatul qadar datang menghampirinya.
Yakni, hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.
Gus Towus menerangkan bahwa hadits tersebut menunjukkan perlunya kita sebagai umat Islam untuk bersemangat dalam meraih kemuliaan lailatul qadar, setidaknya pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.
Baca Juga: Quraish Shihab Sebut Amalan Ini Ampuh Gapai Malam Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan 2023
Bahkan, Gus Towus menambahkan penekanannya dengan mengatakan bahwa para ulama pun mengimbau kepada umat Islam untuk mencari lailatul qadar di malam-malam ganjilnya.
Gus Towus melanjutkan penjelasannya dengan mengambil kaidah milik Al-Ghazali.
“Beliau (Imam Al-Ghazali) berkata bahwasanya lailatul qadar ini bisa diketahui dari tergantung hari apa puasa itu dimulai,” tutur Gus Towus.
Gus Towus menguraikan lebih mendalam lagi terkait kaidah Imam Al-Ghazali ini tentang kapan lailatul qadar akan datang.
Lebih lanjut, Gus Towus menerangkan bahwa didapati kaidah penghitungan jatuhnya waktu lailatul qadar Imam Al-Ghazali tersebut telah mendapatkan respon positif dari Asy-Syaikh Abul Hassan Asy-Syadzili.
Gus Towus mengisahkan tentang Asy-Syaikh Abul Hassan Asy-Syadzili yang mengungkapkan ketakjubannya atas kaidah lailatul qadar yang dimiliki oleh Imam Al-Ghazali.
Pasalnya, Asy-Syaikh Abul Hassan Asy-Syadzili mengaku bahwa sejak ia baligh dan dengan adanya kaidah tersebut, tidak sekalipun ia melewatkan lailatul qadar.
Meskipun secara pasti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengatakan waktu tepatnya terkait kapan lailatul qadar tiba, setidaknya dengan adanya kaidah ini, didukung oleh pengalaman spiritual yang dialami oleh ulama besar ini, menurut Gus Towus, maka tidak ada salahnya untuk dicoba.
Gus Towus mengingatkan umat Islam, meski dengan adanya kaidah milik Imam Al-Ghazali, hendaknya setiap muslim tidak bermalas-malasan dalam berupaya meraih lailatul qadar.
Baca Juga: Muslim Dianjurkan Berlomba-lomba Raih Malam Lailatul Qadar, tapi Gus Baha Kok Malah Bilang Begini…
Gus Towus menyarankan kepada setiap umat Islam bahwa sebaiknya persiapkan diri selama bulan Ramadhan untuk menyambut kedatangan lailatul qadar, tidak hanya terbatas pada waktu tertentu saja.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi