

inNalar.com – Doa merupakan sebuah permintaan atau bisa juga sebuah permohonan dari seorang hambanya kepada Tuhan yang dia yakin.
Sebagai seorang muslim sudah pastilah kita memanjatkan doa kepada Allah SWT sebagai Tuhan semesta alam.
Doa adalah ibadah yang utama, bahkan doa merupakan esensi dan subtansi dari ibadah itu sendiri.
Baca Juga: Keutamaan Orang yang Bekerja Sambil Berpuasa di Bulan Ramadhan, Gus Baha: Jangan Diremehkan
Berdoa sebagai sebuah sarana bagi umat muslim untuk memohon sepenuh hati kepada Allah SWT, serta mengharap ridha-Nya.
Sebagai seorang muslim doa yang kita ucapkan pastilah kita menginginkan agar doa tersebut dikabulkan.
Dikabulkanya doa merupakan sebuah ketetapan yang dimiliki oleh Allah SWT. kita sebagai hamba hanya bisa berserah diri kepada-nya.
Doa yang baik pastilah dikabulkan, hal itu mungkin menjadi sebuah kepercayaan sendiri bagi umat muslim yang memanjatkan doa kepada-Nya.
Doa yang tidak terkabul seringkali membuat apa yang kita harapkan tersebut hilang dan membuat kita bersedih hati.
Memaknai sebuah doa yang tidak terkabul Gus Baha memberikan penjelasan mengenai persoalan ini.
Gus Baha mengatakan agar jangan pernah bersedih jika doa yang kita panjatkan tidak dikabulkan.
Doa yang tidak dikabukan bukan berarti doa kita tidak didengar atau tidak diterima namun bisa saja hal ini merupakan keputusan yang terbaik yang sudah diatur oleh Allah SWT.
“Nabi Muhammad SAW pernah berdoa supaya Abu Thalib masuk Islam, tetapi tidak dikabulkan. Kanjeng Nabi pernah berdoa Wahsyi agar dilaknat tetapi yang terkabul malah Wahsyi masuk Islam” Ungkap Gus Baha dalam ceramahnya.
Gus Baha menjelaskan bahwa seorang Nabi dan Rasul saja belum tentu dikabulkan setiap doanya.
Hal ini merupakan sebuah renungan bagi kita semua agar tidak bersedih maupun berputus asa ketika doa yang kita ucapkan tidak terkabul.
Sebagai seorang muslim bertawakal dan berserah diri kepada ketetapan Allah SWT malah lebih dianjurkan.***