

inNalar.com – Ustadz Hilman Fauzi membahas tentang mengapa ada seorang muslim yang berusaha senantiasa berdoa terus-menerus, tetapi belum kunjung diijabahi oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Menurut ustadz Hilman Fauzi, salah satu yang bisa menjadi alasan mengapa doanya belum kunjung dikabulkan adalah barangkali Allah ta’ala sayang kepadanya dan ingin membuatnya terus mengingat-Nya dengan berdoa.
Pasalnya, sering sekali seorang muslim melupakan kehadiran Allah ta’ala di saat ia merasa bahwa doanya telah dikabulkan, demikian pandangan ustadz Hilman Fauzi.
Baca Juga: Ungkap Keistimewaan Bulan Ramadhan, Ustadz Hilman Fauzi Sebut Momen Terbaik untuk Mengangkat Derajat
Ustadz Hilman Fauzi juga menjelaskan bahwa salah satu penyebab kelalaian seseorang dalam beribadah adalah karena seringnya seorang muslim merasa telah puas karena keinginannya telah terpenuhi.
“Setiap doa pada prinsipnya pasti dikabulkan, hanya caranya bagaimana Allah ta’ala mengabulkannya,” kata ustadz Hilman Fauzi.
Ada tiga kemungkinan cara Allah subhanahu wa ta’ala mengijabahi doa seorang muslim, yaitu:
Pertama, Allah subhanahu wa ta’ala langsung mengabulkan doanya sesuai dengan keinginannya. Artinya, doa kita bisa saja dikabulkan dalam waktu singkat.
Kedua, Allah subhanahu wa ta’ala gantikan dengan sesuatu yang dianggap-Nya lebih baik bagi seorang muslim.
Ingatlah bahwa hikmah di balik Allah ta’ala menggantikan doa dengan bentuk yang lainnya merupakan bagian dari bentuk kasih sayang-Nya kepada kita. Hal ini karena Allah ta’ala sedang berusaha menghindarkan kita dari marabahaya yang mengintai atas apa yang diminta dalam doanya tersebut.
Ketiga, Allah subhanahu wa ta’ala meminta kita untuk menunggu, karena boleh jadi Allah ta’ala akan mengabulkan doanya di waktu yang tepat dan terbaik.
“Doa itu meminta, bukan memaksa,” tegas ustadz Hilman Fauzi.
Ustadz Hilman Fauzi kemudian menjelaskan bahwa bisa saja sampai seseorang itu diwafatkan oleh Allah belum juga doanya dikabulkan. Namun, Allah kabulkan doanya dalam bentuk memberikan tahta tertinggi di sisi-Nya saat di akhirat kelak.
Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita senantiasa yakin dalam memunajatkan doa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Selain itu, kita perlu mengingat bahwa Allah memiliki rahasia yang tidak pernah dapat kita sebagai manusia biasa dapat menduganya.
Sebagaimana firman Allah ta’ala dalam sebuah hadits qudsi sebagai berikut:
إِنِّ عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي
“Sesungguhnya Aku berdasarkan pada prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku akan selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim)***