

inNalar.com – Ustadz Hilman Fauzi mengupas rahasia bagaimana seseorang bisa menjadi muslim yang cerdas.
Ustadz Hilman Fauzi menyebutkan bahwa ada dua hal yang perlu diingat jika ingin menjadi muslim yang cerdas.
Berikut penjelasan Ustadz Hilman Fauzi mengenai apa saja rahasia yang dapat membuat seseorang bisa menjadi muslim yang cerdas.
Baca Juga: Galau Soal Rezeki, Jodoh, dan Kematian? Ustadz Hilman Fauzi Berikan Sederet Tips Menyikapinya
Menurut Ustadz Hilman Fauzi, seringkali kita merasa cukup dengan kecantikan, ketampanan, penghargaan, dan kemuliaan yang datang dari pandangan orang lain terhadapnya.
Lalu bagaimana pola pikir muslim yang cerdas menurut Ustadz Hilman Fauzi? Apakah juga demikian?
Ternyata, muslim yang cerdas biasanya akan senantiasa berpikir dengan dua pola pikir tertentu.
Ustadz Hilman menjelaskan dua pola pikir yang biasanya dimiliki oleh seorang muslim yang cerdas adalah sebagai berikut.
Pertama, jika seorang masih diberikan kesempatan hidup oleh Allah subhanahu wa ta’ala, biasanya ia akan berpikir bahwa hal itu disebabkan karena amalannya yang masih sedikit di dunia ini.
Cara berpikir di atas biasanya akan mendorong seorang untuk selalu memacu dirinya agar terus melakukan amalan-amalan yang dicintai Allah ta’ala.
Baca Juga: Ustadz Hilman Fauzi Ungkap Nasihat Menenangkan Hati Bagi Seorang Muslim, Mari Saling Menyayangi
Kedua, menurut Ustadz Hilman, jika seorang masih diberikan kesempatan hidup oleh Allah subhanahu wa ta’ala, ia akan cenderung merasa bahwa hal itu disebabkan karena dirinya masih tenggelam dalam dosa-dosanya yang begitu banyak.
Selanjutnya Ustadz Hilman menjelaskan bahwa cara berpikir di atas biasanya akan menstimulasi seorang muslim untuk selalu bergerak meminta taubat dan hidayah Allah subhanahu wa ta’ala.
Seorang muslim yang cerdas, menurut Ustadz Hilman Fauzi, adalah dia yang mampu memahami bahwa dunia yang ditinggalinya ini bersifat sementara.
Baca Juga: 3 Kiat Mudah Meraih Lailatul Qadar ala Ustadz Hilman Fauzi, Sederhana Tapi Butuh Pengorbanan
Sehingga, jika seorang muslim terbiasa memiliki dua pola pikir di atas, maka tentu saja dia akan selalu terpacu untuk melakukan perbaikan untuk dirinya sendiri dan menebar kebaikan kepada orang lain di sisa hidupnya.
Sebagimana dalam hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu, kala itu, ia pernah berada di satu majelis dengan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kemudian seorang Anshor mendatangi beliau, lalu mengajukan dua pertanyaan terkait siapakah muslim yang paling baik itu. Rasulullah menjawabnya dengan, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan dirinya menuju alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” ***
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari inNalar.com. Caranya klik >> Google News inNalar.com
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi