

inNalar.com – Ustadz Hilman Fauzi singgung soal cara taaruf melalui media sosial yang mungkin bisa saja terpikir di benak seseorang.
Sejatinya taaruf kata Ustadz Hilman Fauzi termasuk kegiatan yang baik dan media sosial menjadi salah satu bentuk transformasi.
Ustadz Hilman Fauzi mengatakan jika taaruf jaman dahulu lebih rumit dibandingkan zaman media sosial yang saat ini terjadi.
Baca Juga: Istilah ‘Cinta’ Gak Boleh Diartikan Sembarangan, Ustadz Hilman Fauzi Bongkar Makna Sesungguhnya
Apabila jaman dahulu ingin taaruf, cara perkenalannya harus bertukar cv atau hal-hal lain yang lebih rumit.
Tetapi saat ini orang-orang bisa memanfaatkan media sosial untuk mengenal satu dengan yang lainnya bahkan bisa secara cepat.
Meski demikian ada beberapa pertimbangan mendasar yang patut diperhatikan sebelum melakukan hal tersebut.
Menyatukan dua pikiran dan rasa menjadi satu kesatuan cinta yang abadi tentu bukanlah perkara mudah untuk dilakukan.
Banyak juga pemuda yang ditemui berpacaran cukup lama dengan lawan jenisnya tapi tidak berujung pada pernikahan.
Beda halnya dengan metode taaruf-taaruf yang umumnya proses pengenalannya lebih cepat dan kebanyakan lebih pasti menuju jenjang pernikahan.
Bagaimanapun juga setiap pasangan perlu mengenal satu sama lain agar cinta yang coba dibangun di kemudian hari tidak mudah rontok.
Kembali lagi membahas soal taaruf, Ustadz Hilman Fauzi menjelaskan jika proses atau esensi utama dari taarif tidak lain merupakan cara mengenal satu dengan yang lain.
Tetapi diperlukan juga perantara dalam proses tersebut, karena jika hanya berduaan dikhawatirkan tidak serius dan justru mendekati perbuatan yang jelek.
“Taaruf itu kan dari kata Arafah artinya saling mengenal antara laki-laki dan perempuan, cara mengenalnya memang dihadirkan ada pihak lain apakah gurunya, keluarga atau temannya,” kata Ustadz Hilman Fauzi dikutip dari YouTube Armand Maulana.
Selain itu Ustadz Hilman juga tak melarang jika ingin melakukan proses pengenalan dengan calon pasangan melalui media sosial.
Bukan tanpa alasan, sebab cara tersebut lebih mudah dilakukan anak jaman sekarang tapi perlu diperhatikan juga konteks dalam berpesan tidak boleh sembarangan.
“Boleh aja asal chatnya isinya apa dulu, boleh kalau sekedar assalamualaikum atau nanya pengen kenal lebih dekat,” ungkap Ustadz Hilman saat menjelaskan.
Ustadz Hilman turut berpesan jika berkenalan atau jatuh cinta lewat media sosial harus berhati-hati, karena kita belum tahu watak sesungguhnya dari calon pasangan kita.
“Hati-hati cinta karena sosial media, karena sosial media itu tempat pamor jadi apa yang ditampilkan belum tentu yang seutuhnya dan sesungguhnya,” tuturnya saat menyampaikan nasehat.
Baca Juga: Ungkap Keistimewaan Bulan Ramadhan, Ustadz Hilman Fauzi Sebut Momen Terbaik untuk Mengangkat Derajat
Oleh karena itu Ustadz Hilman mengungkapkan jika taaruf tidak cukup dari media sosial saja, melainkan harus bertemu langsung dengan calon pasangan lewat perantara.
“Kalau dari saya tetap harus bertemu dan berjumpa, saat itu ada perantara sehingga hubungannya bisa terjaga,” ungkapnya dengan jelas.
Apabila tertarik dengan konsep taaruf maka wajib memperhatikan banyak aspek, namun cara ini juga bisa sangat efektif jika kita serius dan positif saat melakukannya. ***
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari inNalar.com. Caranya klik >> Google News inNalar.com
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi