Buya Yahya Ungkap Cara Mendapat Sisa Keberkahan Ramadhan dan Idul Fitri


inNalar.com –
Idul fitri nampak menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Setelah melalui berbagai perjuangan untuk menahan diri dari segala hawa nafsunya, sesaat lagi setiap muslim akan merayakan hari kemenangan tersebut. Buya Yahya menjelaskan bahwa banyak dari umat muslim mengharapkan situasi diri mereka dengan ungkapan “kembali suci”.

Pada salah satu sesi ceramahnya, Buya Yahya mengajak para hadirin untuk bersama memaknai dan memahami hakikat dari ungkapan “kembali suci” setelah hari raya idul fitri.

Buya Yahya menjelaskan bahwa “kembali suci” adalah bagian dari konsep Islam yang menggambarkan adanya suatu pengembalian diri kita sebagai hamba Allah kepada kesucian. Pada dasarnya manusia dilahirkan dalam keadaan bersih. Namun, lama kelamaan terkontaminasi oleh dosa dan kesalahan yang dilakukan dalam hidupnya.

Oleh karena itu, menurut penjelasan Buya Yahya ungkapan “kembali suci” dapat dimaknai sebagai sebuah pengharapan.

Baca Juga: Inilah Daftar Golongan yang Wajib Menunaikan Zakat Fitrah, Buya Yahya Jelaskan Kadarnya

Buya Yahya merinci kembali penjelasannya bahwa yang dimaksud dengan pengharapan di sini adalah sebuah harapan dan doa umat muslim setelah melalui perjuangan dalam menunaikan ibadah shalat, tarawih, puasa, menahan diri dari sikap dengki, dan amalan lainnya yang dilakukan saat bulan Ramadhan.

Dalam Islam, ibadah adalah cara setiap muslim untuk menjalin hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Terlebih lagi selama bulan Ramadhan, seorang muslim berusaha meningkatkan kualitas ibadah mereka dengan menahan diri dari segala bentuk godaan dan berdoa dengan penuh keikhlasan.

Semua hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan ampunan dari Allah hingga kembali suci.

Baca Juga: Buya Yahya Bahas Tuntas Tata Cara Khutbah Sholat Idul Fitri yang Benar Menurut Hukum Islam

Buya Yahya mengingatkan setiap muslim bahwa hendaknya ungkapan “kembali suci” ini tidak hanya dimaknai dengan keterlibatan hubungan manusia dengan Allah ta’ala semata, melainkan juga hubungan antara dirinya dengan sesamanya.

Tentu saja, idul fitri menjadi momen yang tepat bagi setiap muslim untuk membina kembali hubungan yang lebih baik dengan keluarga, sanak saudara, dan sesama manusia lainnya. Caranya, menurut Buya Yahya, bisa dengan menghilangkan rasa iri dan dengki dalam diri, memaafkan kesalahan yang pernah dilakukan orang lain terhadapnya, dan berdamai dengan orang lain.

Buya Yahya mengingatkan bahwa ketika seorang muslim kembali suci, bukan berarti ia mencukupkan dirinya dengan apa yang dilakukan selama bulan Ramadhan saja. Justru ada satu hal yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim agar Allah benar-benar mengampuninya. Lalu Apa yang perlu diperhatikan seorang muslim setelah idul fitri?

Baca Juga: Muslim Wajib Tahu! Buya Yahya Beri Tanggapan Menohok Soal Pengbatan Ibu Ida Dayak

Buya Yahya menyebutkan istiqamah adalah satu hal yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim setelah idul fitri.

Istiqamah, menurut Buya Yahya, adalah satu-satunya cara agar pengharapan kita untuk kembali kepada kesucian dapat terwujud. Sikap tersebut mnejadi kunci utama agar umat Islam dapat terus mempertahankan kondisi fitrah atau suci.

“Yuk, kita semuanya benar-benar memastikan kalau saya (sebagai seorang muslim) sudah berada di jalan ini,” kata Buya Yahya.

Kesimpulannya adalah kembali suci merupakan sebuah konsep penting dalam agama Islam.

Baca Juga: Buya Yahya Beberkan Pentingnya Makan Sebelum Shalat Idul Fitri, Ternyata Ini Hikmah di Baliknya

Setelah menunaikan ibadah di bulan Ramadhan dan merayakan momen lebaran idul fitri, umat muslim diharapkan untuk terus menjaga hubungan baik dengan Allah ta’ala dan sesama manusia melalui sikap keistiqamahannya.

Dengan begitu, umat muslim dapat terus kembali suci dan mendapatkan ampunan dan karunia-Nya

Rekomendasi