

inNalar.com – Pada salah satu ceramah, Buya Yahya mengajak umat Islam untuk mengisi bulan Syawal dengan penuh kegembiraan.
Pasalnya, pada bulan Syawal, umat Islam mengawali harinya dengan merayakan idul fitri dan melanjutkan hari-hari setelahnya dengan kegembiraan dan keutamaan yang ada di bulan ini. Meski demikian, Buya Yahya memandang bahwa masih banyak orang yang justru memanfaatkan momen tersebut untuk mengisi bulan tersebut dengan kegiatan yang dilarang oleh agama.
Buya Yahya mengatakan bahwa seharusnya bulan Syawal menjadi saat untuk berdamai dengan sesama manusia. Perdamaian yang diwujudkan oleh setiap muslim agar mampu meraih kegembiraan bersama.
Baca Juga: AWAS! Wanita Jangan Ikut Sholat Idul Fitri di Masjid, jika Belum Penjelasan Buya Yahya Berikut
Buya Yahya pun menegaskan bahwa kegembiraan yang ada di bulan Syawal adalah muqaddimah bagi hati setiap muslim untuk menjalani menjalani hari-hari berikutnya.
Kegembiraan di bulan Syawal, menurut penjelasan Buya Yahya, maksudnya adalah setiap umat Islam hendaknya berusaha untuk menghilangkan kedengkian, kebencian, dan prasangka buruk di hati.
“Kita bertemu (dan) bertegur sapa dengan kegembiraan itu adalah awal upaya untuk menghancurkan rasa kekotoran di hati kita, kebencian di hati kita, dendam, dan iri hati kita,” kata Buya Yahya.
Baca Juga: Lebih Utama Mana Puasa Qadha dan Puasa Syawal? Buya Yahya Jelaskan Hukumnya di Sini
Dalam konteks ini, Buya Yahya menekankan pentingnya menghindari berbagai aktivitas yang dapat mengotori hati kita di bulan Syawal, setelah umat Islam mengupayakan diri mereka untuk kembali suci saat Idul Fitri.
Aktivitas yang dapat mengotori hati di antaranya adalah membenci, iri hati, dengki, dan berbagai kegiatan lainnya yang melanggar aturan Allah subhanahu wa ta’ala.
Menurut Buya Yahya, bulan Ramadhan adalah waktu untuk memperkuat hubungan dengan Allah, sedangkan bulan Syawal adalah saat untuk memperkuat hubungan dengan sesama manusia.
Baca Juga: Muslim Wajib Tahu! Buya Yahya Beri Tanggapan Menohok Soal Pengbatan Ibu Ida Dayak
Oleh karena itu, Buya Yahya mengajak umat Muslim untuk mengisi bulan Syawal dengan penuh kegembiraan dan menjadikannya momentum awal untuk membangun perdamaian satu sama lain.
Lebih lanjut, Buya Yahya pun menyarankan agar bulan Syawal dapat menjadi momentum bagi umat Islam dalam mewujudkan kegembiraan di antara sesamanya. Hal itu bisa terwujud apabila setiap muslim berusaha menghindari perselisihan, perdebatan, dan hal-hal yang dapat memicu ketegangan.
Selain itu, Buya Yahya pun menyarankan agar bulan Syawal menjadi momen mempererat tali silaturahmi antara anak dan orang tuanya, karib kerabatnya, maupun antar rekan dan sahabatnya. Dengan cara itulah, umat Muslim mampu mewujudkan kegembiraan bersama.
Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Cara Mendapat Sisa Keberkahan Ramadhan dan Idul Fitri
“Hendaknya kalau bertemu dengan siapapun, tampakkan kegembiraan, jangan menampakkan kesedihan, karena Sunnah Nabi di hari ini adalah Bergembira, dan memang seorang mukmin hendaknya selalu bergembira,” imbuhnya.
Semoga dengan pesan-pesan yang disematkan oleh Buya Yahya, setiap muslim mendapatkan inspirasi dan semangat baru untuk mewujudkan kebahagiaan yang diukir secara bersama, bukan individu semata.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi