

inNalar.com-Buya Yahya menjelaskan menganai bagaimana cara melaksanakan ibadah puasa syawal bagi setiap muslim yang menjelankanya.
Melalui kanal Youtube miliknya Al-Barjah Tv, Buya Yahya menerangkan menganai cara melaksanakan puasa syawal tersebut.
Lebih lanjut Buya Yahya menerangkan kepada peserta kajianya mengenai tata cara puasa syawal bagi setiap muslim yang baik dan benar.
“Menurut Madzhab Syafi’i cara melakukannya tidak harus berurutan, jadi bagi kita yang menganut madzhab tersebut cara pelaksanan puasa syawal tidak harus berurutan,” Kata Buya Yahya.
Baca Juga: AWAS! Wanita Jangan Ikut Sholat Idul Fitri di Masjid, jika Belum Penjelasan Buya Yahya Berikut
Buya Yahya seorang ulama yang selalu terlihat ramah dan bersahaja tersebut menjelaskan mengenai cara menjalankan puasa syawal kepada jamaah kajiannya.
Puasa syawal memang tidak wajib seperti puasa ramadhan yang dijalankan setiap muslim.
Hukum Puasa syawal adalah sunnah yang berarti seorang muslim tidak wajib untuk menjelankanya.
Baca Juga: Lebih Utama Mana Puasa Qadha dan Puasa Syawal? Buya Yahya Jelaskan Hukumnya di Sini
Bagi setiap muslim yang menjalankanya akan diberikan kenikmatan pahala yang melimpah.
Puasa syawal berlangsung selama enam hari dan pelaksanaanya tidak harus berurutan.
Bagi setiap muslim yang melaksanakanya di tanggal dua maka boleh melaksanakan puasa syawal lagi pada tanggal empat maupun lima.
Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Cara Mendapat Sisa Keberkahan Ramadhan dan Idul Fitri
Akan tetapi setiap muslim yang melaksanakan puasa syawal harus selesai selama eman hari sebelum bulan syawal berakhir.
“Bahkan sebagagian Ulama memberikan hukum Makruh bagi seorang muslim yang menjalankanya secara langsung,” imbuh Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan bahwa sebagian ulama mengatakan seperti itu karena takut ibadah puasa syawal dianggap wajib.
Walaupun kita dijanjikan pahala yang melimpah namun hukum puasa syawal tetaplah sunnah dan tidak harus dilaksanankan secara berurutan hari.
Hal ini merupakan bukti kebesaran Allah Swt kepada hambanya, yaitu memberikan keringanan kepada ibadah yang sungguh besar nilai pahalanya.***