Mengenal VPS, Teknologi Pengganti GPS di Google Maps: Kelebihan dan Cara Kerjanya

inNalar.com – GPS atau Global Positioning System adalah sistem navigasi berbasis satelit yang banyak digunakan untuk berbagai perangkat. Salah satunya untuk menentukan titik pada Google Maps yang ada di perangkat ponsel.

Namun baru-baru ini Google Maps akan mengganti sistem mereka menjadi VPS atau Virtual Positioning System.

Hal tersebut dikarenakan GPS seringkali memberikan petunjuk jalan yang membuat penggunanya kesasar.

Baca Juga: Sering Mengulangi Dosa Setelah Taubat? Ini Amalan Doa Agar Terhindar dari Perbuatan Maksiat

Perbaikan sistem yang dimiliki Google Maps ini coba diungkapkan oleh pemilik akun Tiktok @kata.alfa.

“Kamu pasti pernah pakai Google Maps kan? Iya yang begini, yang ada kakaknya di dalam hp. Ngomong belok kiri kanan serong sana serong sini,” ucapnya.

Walau sudah cukup membantu, Google Maps tetap saja memiliki kelemahan sistem yang membuat penggunanya justru semakin bingung.

Baca Juga: Update Terbaru! Gontor Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kecelakaan Bus Rombongan Santri

“Tapi jujur deh, kamu pasti pernah kan salah baca. Salah baca, kesasar lewat kuburan, arau masuk gang yang ternyata ujungnya buntu. Ya ada saja zonknya. Bisa tiba-tiba mencari sinyal lah,” tutur @kata.alfa.

Oleh sebab itu, Google Maps mengeluarkan sistem baru yang diberi nama VPS.

“Jadi dengan ini kamu tidak perlu lagi takut kelewat belokan, karena VPS memberikan peta dan jarak yang lebih akurat dengan kamera hp kamu,” katanya.

Baca Juga: Catat! Tips Habib Jafar Agar Muslim Tidak Terjebak dalam Fanatisme saat Dengar Ceramah Agama di Media Sosial

Dengan sistem VPS, pembacaan peta jadi lebih mudah karena dilengkapi dengan tanda panah besar secara virtual.

“Jadi di hp kamu kelihatan tuh tanda panah besar seperti di dalam game, yang bikin kamu enggak kelewatan dan bisa melihat detail restoran, hotel, dan lain-lain,” paparnya.

Tak hanya menunjukkan arah secara virtual saja, VPS juga memungkinkan pengguna memiliki asisten penuntun jalan.

“Gua sempat pake ini pas liburan dan ngebantu banget sih. Tapi entah kenapa di Indonesia belum bisa. Belum tersedia luas aja kali ‘trotoarnya’,” pungkas @kata.alfa dengan sedikit dibubuhi tawa kecil.

Baca Juga: Hati-hati! Habib Ja’far Ungkap Pengaruh Media Sosial Terhadap Sikap Seseorang dalam Beragama

Beberapa warganet pun juga turut memberikan komentar pada video tersebut. Bahkan ada yang menceritakan pengalaman kesasar menggunakan Google Maps.

“Google maps malah sesat bawa gw ke kebon,” tulis @zham801.

“Google kurang update jalan,” tulis @priyoutomo906.

“Iyah di Indonesia masih belum bisa,” tulis @zea_12341.***(Faizal)

Rekomendasi