

inNalar.com – Proyek jembatan yang kini digarap di Pulau Terluar Riau sedang menjadi sorotan besar masyarakat internasional.
Bagaimana tidak, jembatan sepanjang 7,8 km yang menghubungkan Bengkalis dan Daratan Sumatera ini akan menjadi salah satu dari banyaknya mega proyek garapan Pemerintah Indonesia yang akan masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Bukan tentang panjangnya, tapi infrastruktur ini bisa jadi solusi untuk mengubah kehidupan masyarakat yang tinggal di area Bengkalis yang selama ini terisolasi.
Masyarakat di Bengkalis ini umumnya sangat bergantung dengan transportasi laut yang tidak efisien dalam segi waktu. Sehingga, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antar pulau di wilayah Riau.
Infrastruktur ini dibangun dengan mempertimbangkan historis, ekonomi, strategis, kompromistis, dan logisnya.
“Itu semua telah ter-argumentasi sehingga sampailah pada satu kesimpulan bahwa jembatan itu sangat penting,” ucap Edy Natar Nasution selaku Gubernur Provinsi Riau, dikutip dalam laman resmi riau.bpk.go.id.
Baca Juga: Jangan Khawatir! Tenaga Honorer Kategori Ini Dipastikan Lolos PPPK Kemenag 2024
Salah satu aspek menarik yang perlu digaris bawahi dari rentetan ucapan Edy Nasution adalah perihal peran vital proyek jembatan ini.
Hingga saat ini, banyak masyarakat Indonesia yang selalu melontarkan kritik-kritik tajam perihal masifnya pembangunan infrastruktur Indonesia yang dinilai sebagai pemborosan anggaran. Namun, apakah hal tersebut dapat dibenarkan?
Jawabannya adalah tidak. Pemerintah tentu telah mempertimbangkan dengan cermat perihal alasan didirikannya proyek ini.
Baca Juga: PPPK 2024 Gelombang 2 Siap Dibuka! Pelamar Wajib Tahu Tutorial Verval Ijazah di Info GTK
Tidak hanya untuk mempermudah arus supply chain barang dan kepentingan mobilitas penduduk Bengkalis saja—jembatan ini juga diharapkan dapat berkontribusi positif dari sektor pariwisata dan industri lokal.
Pembangunan infrastruktur ini memang bukan hal yang mudah. Ardiansyah selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menyebutkan bahwa sejumlah persyaratan telah selesai diajukan kepada Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), namun masih terkendala di bagian rekomendasi teknis dari Kemen-PUPR.
Beliau menjelaskan bahwa saat ini beberapa tim telah melakukan pengeboran untuk menguji struktur tanah di wilayah perairan dan sekaligus daratan di kedua pulau tersebut—tepatnya di Desa Pangkalan Batang Barat Bengkalis dan di Desa Bukit Batu Sumatera.
Baca Juga: MenPANRB: Honorer yang Tidak Lolos Seleksi PPPK 2024 Akan Ditarik Sebagai ini, Simak Ulasannya
Sebagai tambahan informasi, anggaran pembangunannya diketahui menelan dana hingga lebih dari Rp 7 triliun dan diproyeksikan akan memakan waktu selama 4 tahun dari 2025-2029.
Dalam pengerjaannya, Pemerintah akan bekerja sama dengan investor pun sekaligus konsorsium BUMN dari China yaitu China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) yang sudah banyak berkecimpung dalam proyek pembangunan infrastruktur Indonesia.
Keberhasilan proyek jembatan ini merupakan langkah besar bagi Indonesia. Dengan memaksimalkan potensi pulau terluar ini, Pemerintah bisa melihat masa depan dan peluang yang lebih besar untuk Indonesia yang lebih maju.
Kendati demikian, sebelum jembatan ini dibangun, kini Pemerintah Provinsi Riau tengah mengurus izin ke pihak Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku representasi dari Pemerintah Indonesia agar mega proyek ini cepat terealisasi. *** (Evie Sylviana Dewi)