

inNalar.com – Seorang praktisi neuroparenting skill dan hypnotherapist bernama dr Aisah Dahlan menjelaskan alasan mengapa permasalahan rumah tangga sering terjadi disebabkan oleh kurang baiknya pola komunikasi.
Menurut dr Aisah Dahlan, permasalahan yang sering terjadi antara suami dan istri di dalam rumah tangga biasanya bermula dari kurang baiknya pola komunikasi di antara keduanya, sehingga kebahagiaan sulit untuk diwujudkan.
dr Aisah Dahlan berpandangan bahwa otak adalah kunci agar suami dan istri dapat bahagia dalam rumah tangganya. Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan dengan otak sebagai kunci pentingnya.
Berdasarkan penjelasan dr Aisah Dahlan, para ahli neurosains menemukan bahwa program otak antara pria dan wanita berbeda, meskipun secara kehidupannya setara, baik itu dari segi pendidikan, pekerjaan, maupun ibadah masing-masing.
Sebagaimana dalam QS Ali Imran ayat 36 yang menjelaskan bahwa pria dan wanita tidaklah sama, meskipun dari segi ukuran tubuh yang ada pada pria dan wanita tetap berbeda.
“Namun, laki-laki dan perempuan ini Allah ciptakan untuk saling melengkapi dan mendukung satu sama lain,” kata dr Aisah Dahlan.
Para ilmuwan neurosains menemukan bahwa perbedaan ini bertujuan untuk menjembatani perbedaan tersebut sekaligus memberikan satu pemahaman kebahagiaan antara pria dan wanita atau suami dan istri ialah ketika keduanya bisa saling menyayangi dan menghormati satu sama lain.
Menurut dr Aisah Dahlan, perbedaan yang diciptakan Allah subhanahu wa ta’ala bagi pria dan wanita bukan ditujukan untuk menghinakan atau melemahkan salah satunya, melainkan agar keduanya dapat saling memahami satu sama lainnya.
dr Aisah Dahlan menjelaskan bahwa pria rata-rata bisa mengomunikasikan sebanyak 7000 kata dalam sehari.
dr Aisah Dahlan menjelaskan bahwa wanita rata-rata bisa mengomunikasikan sebanyak 20.000 kata dalam sehari.
Penelitian lebih lanjut yang dilakukan pada otak wanita, disebutkan oleh dr Aisah Dahlan, menunjukkan bahwa apabila dalam sehari komunikasi wanita iu kurang dari 16.000 kata, maka hal ini akan mengurangi kualitas tidurnya saat malam hari.
Dengan hasil penelitian tersebut, sang praktisi neuroparenting skill tersebut mengimbau agar para istri untuk menyalurkan kekuatan komunikasinya hingga batas yang direkomendasikan.
Tidak hanya dengan berbicara saja, melainkan dengan bergerak seperti membereskan rumah, berolahraga, dan bentuk aktivitas lainnya.
Adapun terkait perbedaan kinerja dan respon otak, dijelaskan oleh dr Aisah Dahlan bahwa otak wanita tidak menyimpan masalah seperti otak laki-laki.
Permasalahan bagi wanita akan terus berputar-putar di dalam otaknya, sehingga cara yang tepat baginya untuk mengatasi situasi ini adalah dengan mengungkapkannya dalam kata-kata.
Baca Juga: Pengen Ambil Dana Haji saat Finansial Memburuk? Buya Yahya Ungkap Hukumnya Menurut Pandangan Islam
Adapun pria, ketika menghadapi sebuah permasalahan atau mendengar keluhan dari pasangannya, maka otak pria akan langsung merespon dengan mencari solusinya.
Padahal, tidak demikian yang diingin oleh wanita, misalnya seorang istri mengeluh sesuatu kepada suaminya, sebenarnya yang dibutuhkan oleh wanita tersebut adalah didengarkan, bukan diberikan solusi ataupun penyelesaiannya.
Pengetahuan semacam ini lah yang sebaiknya, menurut dr Aisah Dahlan, sebaiknya diketahui baik dari pihak istri dan suami agar keduanya dapat bekerja sama menghadapi sebuah permasalahan dalam rumah tangga.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi