

inNalar – Raja Charles III telah dinobatkan sebagai raja Inggris pada Sabtu (6/5/2023) di Westminster Abbey pukul 11.00 BST atau 16.00 WIB.
Raja Charles menggantikan posisi ibunya Ratu Elizabeth II yang telah berkuasa selama 70 tahun. Seperti diketahui, Ratu Elizabeth meninggal dunia pada 8 September 2022.
Penobatan Raja Charles dihadiri oleh Keluarga Kerajaan, selebritas, pemimpin agama, kepala negara dan pejabat dari seluruh dunia. Undangan penobatan tersebut tercatat sekitar 2.200 orang.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Bogor Hari Ini Minggu 7 Mei 2023, BMKG: Potensi Hujan Petir
Warga penggemar kerajaan Inggris juga antusias terhadap penobatan tersebut. Mereka rela berkemah di pinggir rute-rute jalan yang akan dilewati oleh iring-iringan kendaraan kerajaan.
Penobatan tersebut tidak hanya memahkotai Raja Charles namun juga istrinya. Camilla yang merupakan istri kedua Raja Charles akan dinobatkan sebagai Permaisuri.
Walaupun bergelar sebagai Permaisuri, Camilla tidak akan memegang kekuasaan apapun. Camilla hanya akan mendukung suaminya selama bertugas.
Camilla adalah sosok yang penting bagi Raja Charles. Namun, perhatian dunia justru tidak tertuju pada wanita 75 tahun tersebut.
Warga dunia justu mengeluh-eluhkan sosok Diana. Ia adalah mantan istri Raja Charles III. Pernikahan mereka kandas pada tahun 1996. Kemudian, Diana meninggal karena kecelakaan pada 1997.
Diana adalah sosok yang sangat dicintai warga dunia. Bagaimana tidak? Diana adalah panutan dan sosok ideal seorang putri kerajaan.
Baca Juga: Jokowi Lewati Jalan Rusak, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Malah Pasang Wajah Ketus
Wanita bergelar Putri Wales tersebut berparas cantik dan terkenal fashionable. Tidak hanya fisiknya, Diana juga memiliki kepedulian yang tinggi.
Diana mendirikan landmark Aids Centre di London Selatan dan Grandma’s House di Washington DC karena peduli terhadap penyakit HIV/AIDS. Diana bahkan menjabat tangan seorang penderita dan mengubah pandangan dunia tentang penyakit tersebut.
Diana juga aktif menyuarakan isu kesehatan mental. Diana menyadari bahwa ia adalah sosok berpengaruh di dunia, sehingga ia menggunakan kesempatan tersebut untuk menyebarkan kesadaran tentang penyakit mental.
Diana adalah sosok yang ramah. Putri Wales ini tidak membeda-bedakan siapapun termasuk rakyat biasa. Karena hal tersebut, perspektif publik terhadap kerajaan Inggris yang kaku berubah.
Diana memang bukan seorang permaisuri ataupun ratu. Namun, bagi sebagian orang Diana adalah ratu di hati mereka. Seperti yang ia katakan pada Bashir pada wawancara yang disiarkan oleh Panorama pada akhir 1995 “Saya ingin menjadi ratu di hati rakyat, di hati setiap orang”. *** (Dayanti)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi