Haji atau Umroh, Mana yang Lebih Utama? Habib Ja’far Beberkan Detail di Sini, Beserta Dalilnya


inNalar.com
– Habib Jafar, seorang pendakwah sekaligus pemilik kanal YouTube Jeda Nulis, berbagi pandangannya terkait ibadah mana yang seharusnya didahulukan oleh seorang muslim, yaitu antara haji dan umroh.

Habib Jafar berpandangan bahwa faktor biaya haji yang semakin meningkat dan antrian keberangkatannya yang mencapai hingga puluhan tahun, membuat banyak dari umat Islam memilih untuk menarik kembali tabungan dana haji atau mengalihkannya ke ibadah umroh.

Menanggapi hal tersebut, Habib Jafar pun mengingatkan bahwa keistimewaan seorang muslim yang menunaikan ibadah haji ke rumah Allah subhanahu wa ta’ala ialah bagaikan seorang tamu yang berkunjung ke rumah-Nya dan saat kembali pulang, ia akan kembali dengan pengampunan segala dosanya.

Baca Juga: Sudah Lama Kenal Tapi Belum Cocok, Begini Tips Habib Ja’far Biar Ta’aruf dengan Pasangan Sukses

Habib Jafar pun menjelaskan bahwa ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh seorang muslim yang dianggap mampu, baik secara fisik maupun finansial.

“Maka dari itu, haji adalah perkara yang tidak bisa ditawar-⁠tawar lagi bagi orang yang mampu. Begitu orangnya mampu, ia harus berniat dan mengimplementasikan niatnya untuk berhaji,” kata Habib Jafar.

Menurut Habib Jafar, hal pertama yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim ketika hendak menunaikan ibadah haji adalah dengan mengukur kemampuannya dalam dua hal, yaitu fisik dan finansialnya, barulah setelah itu ia melakukan niat.

Baca Juga: Habib Ja’far Beberkan Amalan yang Bisa Membuat Doa dan Hajat Langsung ‘Dibayar Tunai’ oleh Allah

Habib Jafar pun menjelaskan mengenai pentingnya niat dalam melaksanakan ibadah haji.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bahwa Allah mencintai kebaikan dan membenci keburukan.

Yaitu, ketika seorang muslim memiliki niat yang baik untuk melaksanakan ibadah haji, tetapi ibadah tersebut tidak kesampaian sebab faktor yang tidak bisa dihindarinya seperti meninggal dunia atau sakit.

Baca Juga: Seorang Muslim Harus Hindari Overthinking, Habib Ja’far: Ibadah Berlebihan Saja Dilarang Apalagi Berpikir

Maka, menurut Habib Jafar, seorang muslim hendaknya tidak perlu khawatir, karena sesungguhnya niat baiknya untuk menunaikan ibadah haji, pada hakikatnya, telah dihitung secara sempurna oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Oleh karena itu, Habib Jafar menyampaikan bahwa setiap muslim yang telah berniat untuk melaksanakan ibadah haji, sebaiknya tidak perlu khawatir.

Pasalnya, menurut Habib Jafar, ketika seorang muslim telah menabung dan mendaftarkan hajinya, maka hal tersebut termasuk dalam bentuk kesungguhan dan tekadnya untuk mengupayakan niatnya.

Baca Juga: Hati-hati! Habib Ja’far Ungkap Pengaruh Media Sosial Terhadap Sikap Seseorang dalam Beragama

Jadi, apakah niat itu hanya ada di dalam hati? Habib Husein Jafar Al Hadar menjelaskan bahwa menurut para ulama, niat itu bukan hanya dalam hati saja, melainkan juga perlu diwujudkan dalam bentuk sebuah tindakan dan usaha, yaitu dengan menabung dan mendaftar haji.

Lebih lanjut, Habib Jafar menerangkan bahwa berangkat atau tidaknya seseorang untuk melaksanakan ibadah haji bukan menjadi urusannya, melainkan Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatur segala sesuatunya.

“Kalau Allah ingin menemuimu, maka dia akan memanggil dengan caranya, tetapi kalau Allah tidak ingin menemuimu, meskipun kau telah ada di sana. Itu bukan karena panggilannya, tapi karena dorongan nafsu dari kita sendiri,” Ucap Habib Jafar.

Baca Juga: Habib Ja’far Perbolehkan Ucapkan Selamat Natal kepada Teman Kristen tapi Ada Syaratnya, Simak Penjelasannya!

Lalu bagaimana dengan seorang muslim yang dianggap mampu, tetapi memutuskan untuk mengalihkan biaya hajinya ke ibadah umroh sebab khawatir pada lamanya waktu tunggu.

Habib Husein Jafar Al Hadar pun menjelaskan bahwa hukum melaksanakan ibadah haji ialah wajib bagi yang mampu.

Adapun ibadah umroh, sebagian ulama menyebutkan bahwa hukumnya wajib bagi yang mampu, sedangkan sebagian lainnya menganggap ibadah tersebut sebagai sunnah.

Baca Juga: Habib Ja’far Akui Punya Segmen Dakwah Berbeda, Sebut Pernah Ditolak Pemuda Tersesat saat Membuat Konten

Apabila merunut pada perbandingan hukum kedua ibadah tersebut, maka sekalipun umroh dianggap wajib, tetapi kewajiban melaksanakan ibadah haji tetap lebih kuat daripada ibadah umroh.

Sehingga dapat disimpulkan dari penjelasan Habib Jafar tersebut bahwa sebaiknya setiap muslim lebih mengutamakan ibadah haji daripada ibadah umroh.

Semoga kita semua diberikan kemampuan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk mengunjungi baitullah dan menjadi salah satu tamu-Nya, Aamiin.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]