

inNalar.com – Partai Golkar diberitakan akan tetap mencalonkan kembali Gubernur Lampung Arinal Djunaidi pada pilkada 2024. Padahal dalam pemberitaan publik akhir-akhir ini, personal branding gubernur sedang turun lantaran sikap abainya atas perbaikan jalanan Lampung.
Kepercayaan publik terhadap kinerja Arinal Djunaidi tersebut dianggap menurun. Padahal, bagi setiap orang, tentu kepercayaan dan personal branding merupakan yang paling berharga untuk menunjang karir dan kehidupan sosial.
Kepala HRD akan memberi persetujuan kepada calon pelamar yang memiliki jaminan kualifikasi lewat sertifikat dan juga blueprint karya. Seorang mertua yang shaleh akan sangat senang jika anak gadisnya dilamar oleh seseorang yang jelas reputasi keagamaan dan religiusitasnya.
Baca Juga: Deretan Mantan Rizky Febian Sebelum Menjalin Asmara dengan Mahalini, Banyak Nama Tak Terduga Loh!
Sebaliknya, jika seseorang mendapatkan stigma buruk sosial bahkan intelektual, maka interaksi sosial dan transaksional dengannya akan selalu dipertimbangkan matang-matang kendati ia memiliki kompetensi yang mumpuni.
Ia memerlukan waktu untuk merekonsiliasikan karirnya dengan persepsi publik dengan selalu mencitrakan diri sebaik orang “baik” dan orang “bisa” dalam waktu yang sama. Masyarakat perlu bukti bahwa ia benar-benar insyaf dan berusaha menghapuskan noktah khilaf masa lalu.
Oleh karenanya mantan narapidana harus menunggu lima tahun untuk kemudian legal secara hukum dan mungkin layak secara sosial untuk mencalonkan diri pada pemilihan legislatif DPD sesuai dengan putusan nomor 12/PUU-XIX/2023. Memberikan kesempatan kedua kepada mantan tersangka.
Baca Juga: Sejarah 9 Mei Hari Ini: Penemuan Jenazah Aktivis Buruh Marsinah, Berikut Ini Biografi Singkatnya
Bukan seperti membeli kucing dalam karung yang penuh dengan perjudian bahkan cenderung penipuan, menentukan nilai seseorang melalui track record nya disepakati menjadi hal yang paling mendasar.
Apalagi diskusi ini berkenaan dengan tanggungjawab yang besar. Tentu harus ditanggung juga oleh persona yang secara kertas telah melalui tantangan dan permasalahan besar dengan rekor keputusan yang tepat.
Pendiri Amazon, Jeff Bessos, pernah berkata:
“Brand kamu adalah apa yang diucapkan orang tentangmu ketika kamu tidak ada didalam ruangan”
Berkenaan dengan itu, jika Gubernur Lampung Arinal Djunaidi kembali dicalonkan oleh partai Golkar, maka ia harus dapat mengidentifikasi bagaimana persepsi publik tentang dirinya dalam beberapa waktu terakhir apakah kinerjanya dipersepsikan baik atau sebaliknya.
Jika masyarakat mendapatkan impresi negatif, maka beliau bersama Golkar harus mempersiapkan waktu, tenaga, dan dana untuk kembali membangun memperbaiki nama baik lewat program dan kebijakan di sisa masa jabatan.
Persona branding tidak hanya apa yang sengaja dibangun. Akan tetapi bagaimana orang lain mewartakan kepada sejawatnya tentang Gubernut Arinal Djunaidi.
Walaupun pada akhirnya, persepsi publik bukan merupakan mutlak kebenaran yang hakiki. Akan tetapi, setidaknya ia merupakan modal paling penting untuk memenangkan interaksi sosial.***(Dadang Irsyamuddin)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi