Siap Siap! Megaproyek Bandara Bali Utara Digadang akan Lahirkan 1.300 Bisnis Baru

inNalar.com – Tahukah kamu? pemerintah berencana memulai pembangunan Bandara Bali Utara guna melengkapi infastruktur yang mempermudah akses ke pulau dewata.  

Menariknya, megaproyek ini digadang berpotensi melahirkan 1.300 bisnis baru, yang kelak menggerakan roda perekonomian di daerah Bali dan sekitaranya. 

Bahkan lebih dari itu, proyek Bandara Bali utara yang megah ini, kabarnya berpotensi memperluas lapangan pekerjaan hingga 240.000 lowongan. 

Baca Juga: Dinilai Menghabiskan Waktu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Rubah Aturan eKinerja Bagi Guru Pada Tahun 2025

Untuk diketahui, sebenarnya rencana megaproyek bernama Bandara Udara Internasional Bali Utara atau North Bali International Airport/NBIA) ini sudah diajukan sejak 2013.

Dalam pengajuannya, Bandara kelas internasional ini direncanakan berlokasi di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng,

Salah satu tujuan pengajuan bandara baru pada saat itu, yakni untuk mengurangi kepadatan di Bandara Bali Ngurah Rai. 

Baca Juga: ‘Proyek Mercusuar’ Prabowo di Bali Utara, Potensi Penumpang Bandara Tembus 24,99 Juta Orang di 2053

Sayangnya, rencana pembangunannya sempat terhenti bertahun-tahun lamanya, karena memicu kontroversi dari berbagai kalangan masyarakat. 

Salah satunya, kontra dari mantan presiden ke-5 RI sekaligus ketua partai PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), yaitu Megawati Soekarno Putri. 

Kala itu, Megawati menilai, proyek ini akan berpotensi lebih menguntungkan jajaran investor ketimbang rakyat Indonesia, khususnya di daerah sekitar Bali. 

Baca Juga: Reformasi Pendidikan 2025 Abdul Mu’ti: Guru PPPK Bisa Mengajar di Sekolah Swasta

Namun, baru-baru ini, pemerintah melihat potensi ekonomi yang lebih baik untuk masyarakat atau entah ada pertimbangan lain. 

Belakangan ini, PT BIBU Panji Sakti atau perusahaan yang memperkrasai proyek ini, kembali membulatkan ambisinya. 

Melansir YouTube Top Konstruksi, PT BIBU Panji Sakti menggandeng perusahaan asal China, yaitu Changi Construction Group. 

Baca Juga: Inilah Gambaran Mengikuti SKB CPNS Kejaksaan RI, Calon Jaksa Mari Merapat!

Pada 8 November 2024, kedua pihak sudah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing. 

Diketahui, Changi Construction akan berinvestasi sebesar Rp8 triliun untuk mewujudkan pembangunan Bandara kelas internasional ini. 

Dalam rencana pembangunannya, megaproyek ini tidak hanya akan mencakup bangunan bandara saja, tetapi juga meliputi tiga kawasan utama. 

Pertama, yaitu Airport atau bandara yang akan dibangun di atas permukaan laut. Bagian inti ini, termasuk terminal dan landasan pacu atau runway

Rencananya, bandara ini akan dibangun sepanjang 60 meter dari bibir pantai dan menjulur hingga 1,5 kilometer ke tengah laut.

Meskipun demikian, pembangunan ini tetap memperhatikan masyarakat sekitar, dengan menyisakan area laut untuk aktivitas nelayan dan masyarakat adat. 

Selain itu, megaproyek ini juga dirancang untuk mengatasi abrasi pantai hingga 5-10 meter per tahun.

Tentunya, dengan harapan hal ini akan menjadi penghalang alami guna mengembalikan lahan yang termakan erosi. 

Selanjutnya, megaproyek bandara ini juga akan dilengkapi dengan kawasan aerocity seluas 900 hektare.

Kawasan ini juga sama akan dibangun di atas permukaan laut dan akan terhubung langsung dengan bandara.

Dalam hal ini, Aerocity setidaknya dibangun dengan beragam fasilitas, seperti halnya gudang logistik, hotel, hingga rumah sakit.  

Selain airport dan kawasan aerocity, di daratan dekat bandara ini akan dibangun pula kawasan aerotropolis.

Kawasan ini direncanakan akan diproyeksikan sebagai kota baru yang mendukung aktivitas pengguna bandara. 

Adapun cakupan fasilitasnya, mulai dari perumahan, sekolah, rumah sakit, area komersial, sampai fasilitas layanan publik lainnya.  

Menariknya, pembangunan Aerotropolis ini tidak akan membeli tanah milik masyarakat tetapi bandara akan bermitra bisnis dengan masyarakat pemilik tanah. 

Sebagai informasi, megaproyek ini berada dalam tahap perencanaan, groundbreaking akan dilaksanakan sebelum akhir 2024 oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Berdasarkan target waktu pembangunannya, bandara megah ini akan rampung hingga tahun 2027 mendatang. *** (Gita Yulia) 

Rekomendasi