

inNalar.com – Ustadz Abdul Somad memberikan ceramah tentang bagaimana sebaiknya seorang muslim mengendalikan nafsu dan mempersiapkan bekal diri sebelum kematian menghampiri.
Ustadz Abdul Somad berpandangan bahwa saat ini ada beberapa bentuk dorongan nafsu yang bisa mengalihkan kita dari nilai-nilai Islam.
Pertama, dorongan nafsu untuk berpakaian mewah dan berlebihan, kata Ustadz Abdul Somad.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Ungkap Kedahsyatan Sedekah, Pahalanya Mengalir Deras Bikin Auto Masuk Surga
Menurut Ustadz Abdul Somad, kini ada beberapa orang rela menggelontorkan dananya untuk membeli pakaian bermerek dan mewah hanya untuk tampil beken di hadapan masyarakat. Hal ini seolah nafsu ingin masyhur tak lagi terbendung dalam dirinya.
Padahal, menurut Ustadz Abdul Somad, jika kematian tiba, yang tersisa hanyalah tujuh helai kain kafan yang akan menemaninya hingga liang kubur. Adapun nafsunya hanya akan terhenti saat dia meninggal dunia.
Adapula fenomena lainnya yang disebutkan olehnya, yaitu nafsu untuk makan secara berlebihan dengan harga yang fantastis.
Padahal menurut Ustadz Abdul Somad, seharusnya kita berfokus pada membangun amal yang bermanfaat bagi umat, daripada sekadar memanjakan nafsu makan dengan makanan mewah yang hanya dirasakannya sesaat.
Selain itu, ada fenomena lainnya yang disebutkan olehnya, yaitu ada kecenderungan orang yang senang mengoleksi pakaian hingga lemarinya tak muat menyimpannya dan juga tidak seluruhnya ia pakai.
Sikap yang demikian, menurut Ustadz Abdul Somad, merupakan bagian dari adanya dorongan nafsu belaka.
Baca Juga: Cek Fakta: Iis Dahlia Pergoki Suaminya Beradegan Syur dengan Salshadilla Juwita
“Kau makan, busuk. Kau pakai, lapuk. Kau sedekahkan, menjadi bekalmu untuk hari esok,” ujar Ustadz Abdul Somad. Adapun hari esok yang dimaksud ialah hari kematian dan akhirat.
Melihat fenomena-fenomena ini, Ustadz Abdul Somad berpesan bagi setiap muslim yang sedang memiliki dorongan nafsu yang sangat kuat untuk membeli rumah baru, pakaian baru, atau hal-hal material lainnya, maka ingatlah bahwa ada sesuatu yang lebih kekal abadi, yaitu kehidupan setelah kematian.
Menurut Ustadz Abdul Somad, segala hal yang kita sayangi baik itu berupa harta benda maupun orang yang kita sayangi, jika kematian telah menghampiri kita, maka semua hal itu akan ditinggalkannya.
Artinya, hanya amalan kebaikan selama di dunia lah yang akan menemani kita hingga ke liang kubur, kata Ustadz Abdul Somad.
Orang-orang yang mampu menahan nafsunya dan mampu mempersiapkan bekal sebelum kematian menghampiri, disebut sebagai al kayyis atau orang yang cerdas.
Oleh karena itu, Ustadz Abdul Somad mengingatkan setiap muslim yang memiliki kelapangan rezeki agar mereka mulai mempertimbangkan untuk menggunakan dananya untuk membangun bangunan yang bisa bermanfaat bagi umat.
Contohnya seperti membangun pesantren atau mendonasikan sebagian tanah wakafnya.
Bahkan, jika seorang muslim tidak memiliki dana yang cukup mapan, maka menurut Ustadz Abdul Somad, ia pun bisa ikut dengan cara berpartisipasi saat proses pembangunannya.
Dengan demikian, jadilah seorang yang kayyis atau cerdas lagi bijaksana.
Baca Juga: Cek Fakta: Ammar Zoni Meninggal Dunia, Tangis Irish Bella Pecah Dan Rekan Artis
Yaitu, ia yang mampu mengendalikan nafsunya dan mampu berfokus pada persiapan jangka panjangnya, yakni amalan sholeh selama di dunia yang akan menemaninya hingga kematian menjumpai kita.
Sesuai dengan pesan Ustadz Abdul Somad, selagi kita masih diberikan kehidupan di dunia, bangunlah amalan-amalan kebaikan yang bisa menjadi fondasinya agar menjadi amal jariyahnya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi