

inNalar.com – Jagat internet dihebohkan dengan berita seorang suami yang tega merobek kemaluan istrinya karena menolak bercinta.
Adalah Muhsin Nasution, Seorang Pria berumur (46 tahun) yang tega merobek kemaluan istrinya sendiri.
Melalui akun Instagram @Kabarnegri dijelaskan mengenai kronologi dari kejahatan seorang suami kepada istrinya sendiri ini.
Baca Juga: Pandangan Psikolog Soal Video Syur 47 Detik yang Seret Nama Rebecca Klopper, Begini Pendapatnya!
Muhsin Nasution beralasan bahwa dia tega melakukan hal itu karena istrinya menolak untuk bercinta atau berhubungan badan.
Apa yang dilakukan oleh Muhsin Nasution kepada istriya merupakan suatu tindakan KDRT(Kekerasan dalam rumah tangga)
Kejadian keji oleh seorang suami kepada istrinya ini terjadi di kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.
Baca Juga: Alasan Virgoun Selingkuh Gegara Inara Rusli Gagal Beri Service ‘Panas’ di Ranjang?
Polsek setempat langsung menangkap Muhsin Nasution atas tindak kekerasan kepada istrinya.
Sebagai seorang suami seharusnya melindungi istrinya, hal ini sudah dijelaskan dalam agama manapun.
Namun Muhsin Nasution beralasan bahwa istrinya tidak memberinya jatah berhubungan badan atau bercinta sejak bulan Ramadhan lalu.
Baca Juga: Kisah Asmara Rebecca Klopper dan Fadly Faisal Terancam Pupus Usai Viralnya Video Syur 47 Detik
“Bulan Ramadhan nol jatah, mana tahan aku,” Ungkap Muhsin sebagai alasan dirinya melakukan hal keji itu kepada istrinya.
Sebagai seorang suami Muhsin tega melakukan itu karena dia sudah kesetanan terhadap penolakan yang terjadi kepada dirinya.
Alasan yang dilontarkan Muhsin sebagai seorang suami yang tega melakukan hal tersebut jelas tidak bisa diterima.
Baca Juga: Segini Total Kekayaan Firli Bahuri, Ketua KPK yang Diduga Selingkuh dengan Salsabila Syaira
Hal ini membuat beragam komentar dalam akun instagram yang menyoroti kasus yang dialami sepasang suami istri ini.
Tindakan Muhsin adalah sebuah tindakan keji yang bisa saja terjadi pada setiap orang yang berumah tangga.
Maka dari itu sebelum membina sebuah rumah tangga komunikasi antara kedua pasangan harus banyak dilakukan.***