

inNalar.com – Indonesia memperingati Hari Pasar Modal setiap tanggal 3 Juni. Peringatan ini penting mengingat peran pasar modal bagi perekonomian bangsa.
Pasar modal merupakan kegiatan yang berkaitan dengan dengan penawaran umum dan perdagangan efek.
Tidak hanya itu, pasar modal juga berkaitan dengan perusahaan publik yang berkaitan dengan efek, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.
Baca Juga: Mulai 5 Juni 2023, Jangan Lewatkan Presale Tiket FIFA Matchday Indonesia Vs Argentina
Efek sendiri adalah suatu surat berharga/bernilai yang dapat diperdagangkan. Efek dapat berbentuk obligasi dan saham.
Penetapan 3 Juni sebagai peringatan Hari Pasar Modal Indonesia tidak lepas dari sejarahnya.
Pada 3 Juni 1952, Bursa Efek Indonesia resmi dibuka kembali setelah tutup akibat Perang Dunia I dan II.
Baca Juga: Chelsea Hancur, Newcastle dan Brighton Berjaya! Rapor Akhir Tim Liga Inggris Musim Ini Mengejutkan
Pasar modal sebenarnya sudah ada sejak jaman kolonial Belanda tepatnya pada tahun 1912 di Batavia atau Jakarta.
Pasar modal itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC.
Walaupun sudah ada sejak 1912, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Baca Juga: Ustadz Khalid Basalamah Peringatkan Umat Islam Waspada Saat Mengutip Hadis, Ada Resiko Besar Loh
Pada tahun 1914-1918 dan 1939-1952, Bursa Efek Jakarta ditutup karena Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
Setelah lama vakum, Bursa Efek Jakarta akhirnya dibuka kembali pada Agustus 1977 oleh Presiden Soeharto.
Pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden No. 52 Tahun 1976 tentang pendirian Pasar Modal, membentuk Badan Pembina Pasar Modal, serta membentuk Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam).
Bursa Efek tidak hanya didirikan di Jakarta saja, namun juga di daerah lain. Bursa Efek berdiri di Surabaya pada Juni 1989.
Pada tahun 2007, Bursa Efek Surabaya melakukan merger dengan Bursa Efek Jakarta. Nama lembaga berubah menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Itulah sejarah Hari Pasar Modal Indonesia yang diperingati setiap tanggal 3 Juni. Dengan mengetahui sejarah, kita akan menjadi lebih bijak memaknainya. *** (Dayanti)