Fakta Unik Ajaran Buddhisme Thailand: Ada Pengucapan Sumpah Sebelum Dilantik

inNalar.com – Beberapa hari lalu tanah air digegerkan dengan adanya sekelompok biksu Thailand yang melakukan perjalanan jauh menuju Candi Borobudur yang disebut dengan Thudong.

Agama Buddha sendiri sangat lekat identitasnya dengan Thailand, dengan sekitar 94 persentase dari jumlah penduduk di negara tersebut.

Namun, tahukah Anda bahwa ada ritual yang harus dijalani terlebih dahulu sebelum menjadi seorang biksu?

Baca Juga: Mau Donor Darah Tapi Takut Pingsan? Berikut Ini Anjuran dan Pantangannya

Dilansir dari thailandfoundation.or.th, tradisi untuk mengikuti acara Buddhisme agar dapat mengikuti ajaran Sang Buddha untuk menjadi seorang biksu disebut dengan Buat Nak (บวชนาค).

Buat Nak sendiri berarti pengucapan sumpah dalam bahasa Thailand.

Orang-orang Thailand meyakini bahwa saat seorang pria berusia 20 tahun, ia harus mengikuti upacara pengucapan sumpah dan masuk ke biara untuk belajar dharma, ajaran Sang Buddha.

Baca Juga: Sering Mengalami Keluhan Di Lambung? Obati Penyakit Gerd dengan Bahan Alami Ini Kata dr. Zaidul Akbar

Tradisi ini merupakan ritual yang dilakukan sebagai bentuk cara mengekspresikan terima kasih dari pria Thailand terhadap orang tua yang sudah membesarkannya.

Dahulu, pria Buddha biasanya akan tinggal di biara selama tiga bulan selama periode Khao Phansa (เข้าพรรษา), yang merupakan masa Vassa Buddha, di mana bertepatan dengan musim hujan.

Hal ini dilakukan karena sebelumnya para biksu berkeliaran ke mana-mana untuk mengajar dharma.

Baca Juga: Terungkap! Rekam Jejak Panji Gumilang Pimpinan Al Zaytun, Diduga Pernah Jadi Dukun di Gresik?

Ketika mereka melewati sawah di musim hujan, seringkali mereka tidak sengaja menginjak-injak tanaman padi berharga milik para petani.

Oleh karena itu, Sang Buddha memerintahkan para biksu untuk menghentikan perjalanan mereka selama musim hujan.

Sebagai gantinya, mereka disuruh tinggal di biara mereka, belajar dan berlatih dharma. Ini juga merupakan waktu yang baik bagi pria muda untuk mengucapkan sumpah dan belajar ajaran agama.

Menyesuaikan dengan gaya hidup saat ini, sangat tidak memungkinkan membuat seorang pria meninggalkan kehidupan duniawi untuk tinggal di biara selama tiga bulan. Oleh karena itu, tradisi ini telah berubah.

Masa pengucapan sumpah disingkat dan bervariasi dari satu minggu hingga 15 hari atau satu bulan, tergantung pada waktu yang tersedia bagi individu tersebut.

Saat ini juga, pengucapan sumpah dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, bukan hanya pada awal musim hujan.

Meskipun masa pengucapan sumpah lebih pendek, upacara pengucapan sumpah tetap penting. Dikenal sebagai Buat Nak, upacara ini melibatkan banyak ritual, kepercayaan, dan tradisi dari Thailand itu sendiri.***(Ajeng Marcelliani)

Rekomendasi