Sosok Perempuan Inspiratif, Maria Aprilia Gani yang Menjadi Doktor Farmasi Termuda di Usia 24 Tahun

InNalar.com – Nama Aprilia Gani belakangan ini sering disebut-sebut berkat pencapaian luar biasanya yaitu menjadi doktor perempuan termuda di Indonesia.

Maria Aprilia Gani merupakan sosok perempuan inspiratif kelahiran Minahasa bahkan dia mampu menyabet gelar sebagai wisudawan terbaik dengan IPK sempurna yaitu 4.

Maria Aprilia Gani sejak pertama kali masuk dalam dunia pendidikan sangat tertarik dengan bidang penelitian. Dia bahkan sering mengikuti berbagai lomba atau ajang penelitian yang bergengsi baik tingkat nasional.

Baca Juga: Kenapa Saat Mengambil Uang di ATM, Kartu Keluar Lebih Dulu Daripada Uangnya? Ini Sejarah dan Penjelasannya

Perempuan kelahiran 9 April 1999 pernah mendapatkan beasiswa Peningktan Kualitas Publikasi Ilmiah (PKPI) dari kemendikbud. Apresiasi tersebut diperoleh Maria karena semangatnya dalam dunia penelitian.

Berkat diberikannya beasiswa tersebut Maria bisa ke Korea untuk melakukan penelitian tepatnya di Seol National University selama enam bulan.

Selain itu, Maria berkesempatan untuk menjalankan projek penelitian bersama dengan universitas di Prancis yaitu University of Renne dengan mendapatkan biaya mobilitas dari Pemerintah Prancis.

Baca Juga: Makna dan Pesan Kebaikan Idul Adha 2023: Mari Perbaiki Hubungan Sosial dan Saling Berbagi kepada Sesama Muslim

Dibalik prestasinya yang gemilang, Maria juga sempat mengatakan bahwa menjalankan proyek penelitian bukan menjadi hal yang selalu mudah baginya.

Dalam pelaksanaan penelitian, Maria harus terus beradptasi dengan budaya baru setiap ia berada di negara yang menjadi tempat penelitian.

Namun, setiap kendala dan kesulitan yang dia hadapi, Maria mampu untuk melewati dan mengatasinya dengan baik.

Baca Juga: Benarkah Belajar Adab Jauh Lebih Penting Daripada Ilmu Pengetahuan? Begini Hukumnya Menurut Agama Islam

Maria mengaku sangat bangga dengan prestasi yang dia peroleh, karena namanya mampu menjadi salah satu sejarah sebagai doktor perempuan termuda di Indonesia.

Fakta uniknya, Maria mendapatkan gelar tersebut tidak lama dari hari ulang tahunnya. Dia mengaku menjadikan hal tersebut sebagai kado terbaik bagi dirinya dari diri sendiri di usianya 24 tahun.

Maria diketahui melakukan riset dengan fokus mengembangkan biomaterial berukuran nanometer untuk dijadikan aplikasi defek tulang pada desertasinya.

Baca Juga: Hati-Hati! Ustadz Khalid Basalamah Imbau Muslim Waspadai Dua Bentuk Rahasia yang Tak Boleh Diumbar

Tujuan Maria memilih penelitian tersebut dikarenakan untuk mengatasi harga produk impan tulang impor di Indonesia yang cenderung sangat mahal.

Maria berharap agar apa yang ia teliti mampu menyumbangkan teori baru pada bidang farmasi dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Nah itulah sosok membanggakan perempuan Indonesia dengan gelar Doktor termuda, Maria Aprilia Gani tersebut. Semoga mampu menginspirasi. *** (Nuriyah Hanik Fatikhah)

Rekomendasi