

inNalar.com – Pada sesi kajian kitab Riyadush Shalihin, Ustadz Khalid Basalamah membahas salah satu perangai yang menjadi ciri khas muslim, yaitu sifat malu.
Disebutkan oleh para sahabat Nabi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok yang pemalu, kata Ustadz Khalid Basalamah.
Dikatakan bahwa kadar sifat pemalunya lebih besar daripada anak gadis yang dipingit di rumah, tambah Ustadz Khalid Basalamah.
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa ada satu ekspresi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ditangkap para sahabat Nabi ketika ia tak menyukai sesuatu.
Saking besar rasa malu yang ada pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa para sahabat Nabi cukup melihat dari raut wajah Rasulullah ketika ingin mengetahui kapan beliau tidak menyukai sesuatu.
Ustadz Khalid Basalamah mengajak kita untuk menyimak keteladanan sifat malu yang dimiliki oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Baca Juga: Profil Jusuf Hamka, Sosok yang Kini Tagih Hutang ke Pemerintah Senilai Rp 179 Miliar
Yaitu, saat makanan yang dihidangkan tidak sesuai dengan selera Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia tidak pernah mencelanya, hanya saja ia tidak menyentuh makanan tersebut.
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa di antara ciri khas seorang yang memiliki kadar sifat malu yang tinggi di antaranya ialah dirinya tidak akan pernah memiliki dua wajah (bermuka dua).
Maksudnya, apa yang ada di dalam hatinya tidak berbeda dengan apa yang dinampakkan dari luarnya, demikian penjelasan sang ustadz masyhur ini.
Baca Juga: Sultan Auto Terpikat Kecantikan dan Kulit Mulus Inara Rusli, Ternyata Ini Skincare-nya
“Mungkin seseorang pura-pura tersenyum, tetapi hatinya mangkel (marah atau jengkel) dengan seseorang, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memilikinya,” kata Ustadz Khalid Basalamah saat menjelaskan bagaimana sifat malu yang sebenarnya.
Ustadz Khalid Basalamah mengajak kita untuk memperhatikan teladan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkenaan dengan sifat malu.
Lebih lanjut, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu bermuka manis, tersenyum kepada siapapun, bahkan kepada musuh-musuhnya sekalipun.
Meski kondisinya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah disakiti oleh orang lain, tetapi ia tetap tersenyum sebab mendahulukan agar orang tersebut mendapatkan hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Selain meneladani sifat malu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ustadz Khalid Basalamah juga mengajak kita untuk memperhatikan bagaimana sifat malu yang ada dalam diri sahabat Nabi seperti Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu.
Saking besarnya sifat malu yang ada di dalam diri Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, sebagian besar ulama hadits pun menyebut bahwa ia tak pernah melihat kemaluannya sendiri, kata Ustadz Khalid Basalamah saat menjelaskan betapa pemalu dan utamanya sosok sahabat Nabi yang satu ini.
Selain itu, menurutnya, salah satu ciri khas seorang pemalu lainnya ialah seorang suami tak pernah menceritakan kepada orang lain perihal apa yang dilakukan dengan istrinya, begitu pula sebaliknya.
Ustadz Khalid Basalamah mengimbau setiap muslim untuk menyelimuti diri kita dengan sifat malu ini.
Pasalnya, sifat ini merupakan hal mendasar yang penting bagi hubungan antara dirinya dengan Allah dan juga dengan mahluk sesamanya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi