

inNalar.com – Hari Donor Darah Sedunia diperingati setiap tanggal 14 Juni. Kini banyak sekali tempat yang dapat didatangi untuk melakukan donor darah.
Namun bukan berarti dapat melakukan donor darah begitu saja, harus melakukan tes kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan bahwa pendonor sehat.
Hari Donor Darah Sedunia berawal pada tahun 1914, selama Perang Dunia I, transfusi darah menjadi penting dalam menyelamatkan nyawa para prajurit yang terluka parah. Ini menandai awal penggunaan transfusi darah sebagai metode medis yang penting.
Pada tahun 1930-an, metode pengawetan darah dengan menggunakan natrium sitrat dikembangkan, yang memungkinkan darah dapat disimpan dalam kondisi yang lebih lama sebelum digunakan.
Pada tahun 1940-an, transfusi darah menjadi lebih terorganisir dan terstruktur dengan didirikannya bank darah pertama di Amerika Serikat oleh Bernard Fantus.
Pada tahun 1940-an juga, teknik penggumpalan darah ditemukan, yang membantu dalam memisahkan komponen-komponen darah seperti plasma, sel darah merah, dan platelet.
Pada tahun 1950-an, dipelajari lebih lanjut tentang golongan darah dan kompatibilitas transfusi darah. Pengetahuan ini menjadi landasan bagi donor darah yang lebih terorganisir dan efisien.
Pada tahun 1970-an, muncul kebutuhan untuk menjamin pasokan darah yang aman dan terjamin. Prosedur pemantauan dan pengujian yang lebih ketat diterapkan untuk memastikan keamanan donor darah.
Pada tahun 1980-an, muncul pandemi HIV/AIDS yang menimbulkan kekhawatiran serius tentang keamanan transfusi darah. Langkah-langkah pengujian HIV dan penyaringan donor darah diperkenalkan untuk mencegah penularan penyakit melalui transfusi darah.
Baca Juga: WhatsApp Keluarkan Versi Beta, Ternyata Ini Fitur-Fitur Terbarunya
Pada tahun 1990-an, teknologi semakin maju dengan pengenalan metode aferesis, yang memungkinkan pemisahan komponen darah yang spesifik dan pengambilan hanya komponen yang dibutuhkan.
Pada tahun 1994, World Blood Donor Day (Hari Donor Darah Sedunia) pertama kali diperingati setiap tahun pada tanggal 14 Juni. Ini merupakan inisiatif dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya donor darah dan menghormati kontribusi para donor darah.
Pada tahun 2005, American Red Cross meluncurkan kampanye “Pulang ke Sumber” yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah donor darah dan memastikan pasokan darah yang mencukupi.
Pada tahun 2012, WHO meluncurkan kampanye “Selamatkan Nyawa: Donor Darah Reguler” untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam donor darah rutin.
Pada tahun 2014, International Federation of Blood Donor Organizations (IFBDO) mengumumkan peringatan Hari Donor Darah.***(Rohma Roifatunnisa’)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi