Kenapa Banyak Pejabat di Indonesia Korupsi? Ternyata Ini Faktor Pemicunya


inNalar.com – 
Saat menyalakan TV pasti warga Indonesia tidak asing lagi dengan berita korupsi. Seperti Menteri yang korupsi, bupati yang korupsi, dan banyak lagi macam korupsi lainnya.

Sebenarnya ada apa dengan korupsi ini? Dan bukankah mereka yang korupsi adalah mereka yang sudah kaya, bahkan dengan jabatan mereka yang tinggi.

Ini alasan dari Pejabat Indonesia banyak korupsi menurut para ahli.

Baca Juga: Berapa Usia Minimal Anak Perempuan Alami Haid? Ini Penjelasan Logis Menurut Ning Sheila Lirboyo

Tentu setiap orang yang korupsi memiliki alasan mereka yang dibenarkan masing-masing. Nah untuk terjadinya korupsi tersebut, terdapat satu teori yang terkenal tentang terjadinya korupsi.

Pada teori GONE YANG dibuat oleh Jack Bologna ini menjelaskan, jika GONE hanyalah singkatan. Adapun singkatan itu adalah G, untuk Greedy (rakus), O, untuk opportunity (kesempatan), N, untuk Need (kebutuhan) dan E, untuk exposure pengungkapan).

Selanjutnya hubungan teori tersebut dengan korupsi adalah karena bagi orang yang korupsi (koruptor), mereka tidak pernah puas dan serakah. Dengan adanya keserakahan itu, ditambah lagi dengan adanya kesempatan, maka terjadilah tindakan korupsi tersebut.

Baca Juga: Jeremie Frimpong Jadi Perebutan Manchester United dan Bayern Munchen, Se-Jago Apa Sih Doi?

Sedangkan karena gaya hidup yang dibutuhkannya tinggi, maka akan semakin tinggi kemungkinannya untuk melakukan korupsi. Dan exposure atau pengungkapan tersebut karena tidak adanya efek rasa jera pada korupsinya.

Selanjutnya terdapat dua faktor orang yang melakukan korupsi. Yaitu faktor internal dan eksternal.

Mudahnya faktor-faktor internal tersebut meliputi keserakahan yang tidak pernah merasa cukup, gaya hidup yang konsumtif dan lemahnya moral. Tentu Indonesia juga merupakan salah satu negara yang konsumtif karena itu banyak terjadi korupsi.

Baca Juga: Tips Pakai Serum yang Benar Agar Hasil Glowing Maksimal, Ini Trik Mudahnya

Sedangkan untuk faktor eksternal meliputi aspek sosial, aspek politik, aspek hukum, aspek ekonomi dan aspek organisasi. Dari semua aspek tersebut, itu karena adanya dukungan dari lingkup dia (koruptor), yang memang mendukungnya untuk tampil dengan gaya hidup tinggi dan semacamnya.

Faktanya, dari 180 Negaara yang diteliti tindak korupsinya. Indonesia menduduki peringkat 96 dari semua negara tersebut. Apakah itu tinggi atau rendah?

Jadi seperti yang dijelaskan di atas, hal utama dari orang Indonesia korupsi sebenarnya karena empat hal yaitu kekuatan, serakah, kurang bersyukur, money politic.

Tentu dengan merasa memiliki kekuatan pada jabatannya, maka ia akan melakukan korupsi. Dan tentu ditambah dengan kesempatan.

Jika dengan money politic, hal tersebut karena untuk dapat menduduki posisi tersebut, ia mengeluarkan banyak uang. Sehingga selama masa menjabatnya, ia akan berusaha untuk mendapatkan kembali uang yang dikeluarkannya.

Tentu hal itu salah. Karena tugas utama dari para pejabat adalah untuk mengabdi pada masyarakat. Bukan untuk mengambil uang masyarakat.

Kurang bersyukur dan adanya keserakahan tentu membuat manusia ingin mengambil lebih dari yang ia terima. Meskipun itu bukan miliknya. Selain itu karena kurang jeranya hukuman yang ada di Indonesia ini, karena itulah membuat peluang di Indonesia tinggi.

Itulah alasan kenapa banyak Indonesia korupsi dan tingkat Indonesia di dunia dalam korupsi. Semoga dengan ini Indonesia bisa lebih baik ke depannya dan terus memberikan tunas yang mengharumkan bangsa.

*** Alma Malik Dewantara

Rekomendasi