

inNalar.com – Manchester CIty secara resmi memenangkan gelar treble winner setelah mengumpulkan piala FA, Liga Inggris, dan Liga Champions pada musim 2022-2023.
Tim tersebut merupakan klub asuhan Pep Guardiola kedua setelah mendapatkan gelar treble winner sebelumnya bersama Barcelona pada 2008-2009.
Hal tersebut merupakan raihan yang hanya dimiliki oleh pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut.
Baca Juga: Ternyata Micin Bisa Jadi Skincare Pemutih Kulit Lho! Begini Cara Pemakaiannya yang Aman
Oleh karenanya, banyak pihak yang membandingkan raihan Manchester City pada tahun ini dengan perjalanan Barcelona pada 2008-2009 lalu.
Berikut ini ulasan perbandingan kedua tim asuhan Pep Guardiola saat mendapatkan treble winner:
Perjalanan Menuju Treble
Barcelona (08/09)
Liga Champions M7 S5 K1
Liga Domestik (La Liga) M27 S6 K5
Baca Juga: dr Zaidul Akbar Ungkap Ramuan Rahasia Untuk Mencegah Diabetes Pada Generasi Muda
Piala Liga Domestik (Copa Del Rey) M7 S2 K0
Manchester City
Liga Champions M8 S5 K0
Liga Domestik (Premiere League) M28 S5
Piala Liga Domestik (FA Cup) K5 M6 S0 K0
Meskipun tim Barcelona 08/09 milik Guardiola memiliki rekor liga yang sedikit lebih rendah dibandingkan tim City 22/23 (mengumpulkan dua poin lebih sedikit), mereka menampilkan hasil yang lebih meyakinkan saat merebut trofi treble pertama mereka.
Blaugrana tidak hanya menghancurkan tim-tim lemah tetapi juga menunjukkan otoritas mereka atas tim-tim elit divisi.
Baca Juga: Kebanyakan Begadang, Mata Panda Muncul? dr Zaidul Akbar Bagikan Tips Mengatasinya
Mereka mengalahkan tujuh dari delapan klub teratas dengan selisih setidaknya tiga gol.
Paling mengesankan, Barcelona menunjukkan dominasi mereka di laga tandang, terutama saat menghajar Real Madrid 6-2 di Santiago Bernabeu.
Sebaliknya, Manchester City tidak banyak mencatatkan kemenangan besar melawan tim papan atas. Mungkin kemenangan 6-3 atas Manchester United yang paling berkesan.
Baik Barcelona maupun City sedikit beruntung di final Liga Champions mereka.
Sir Alex Ferguson masih berpendapat bahwa timnya Manchester Unitednya seharusnya dapat memenangkan laga di Roma saat melawan Barcelona pada tahun 2009 itu dengan 7 tembakan ke gawang pada babak pertama.
Walaupun demikian, gol kedua tim Spanyol itu meruntuhkan mental hampir seluruh punggawa Manchester United pada kala itu dan harus berakhir dengan 2-0.
Sementara itu, Manchester City mengandalkan kehebatan dan keberuntungan Ederson dan kesialan Romelu Lukaku di partai puncak melawan Inter 14 tahun kemudian.
Namun, perjalanan City menuju final jauh lebih meyakinkan daripada Barcelona.
Tim Pep Guardiola sekarang ini secara sistematis membongkar RB Leipzig, Bayern Munich.
Manchester City juga menghasilkan salah satu penampilan paling menentukan di era modern, yaitu dengan mempermalukan Real Madrid dengan kemenangan telak 4-0 di leg kedua semifinal.
Barcelona, sebaliknya, hanya lolos ke partai puncak 2009 berkat gol penyama kedudukan Andres Iniesta di menit akhir di semifinal melawan Chelsea.***(Dadang)
Paparan diatas menunjukkan bahwa Manchester City menunjukkan permainan yang lebih adak
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi