Konten Tes Kejujuran Richard Theodore ke Orang Tua di NTT: Kalo Orangnya Nggak Jujur Kita Gebukin


inNalar.com – Sebuah video TikTok tentang tes kejujuran menjadi viral karena menuai kontroversi.

Diketahui, konten kreator video tersebut membuat konten yang menimbulkan fitnah terhadap seorang penjaga warung di NTT dengan tuduhan tidak jujur.

Video berawal saat sang pembuat konten meninggalkan handphonenya secara sengaja di sebuah warung.

Baca Juga: Sudah Pakai Beragam Skincare Tapi Hasilya Nihil, Berikut Rahasia Agar Skincare Kamu Dijamin Ngefek

Dia dan teman yang sedang merekam video tersebut, bermaksud mengetes kejujuran dari pemilik warung.

Pembuat video itu mengatakan bila sang pemilik warung jujur, maka seharusnya pemilik warung tersebut mengejarnya dan mengembalikan handphone tersebut.

Namun, karena tidak kunjung mengejar untuk mengembalikan handphone miliknya, maka pembuat video dan temannya kembali lagi ke warung tersebut.

Baca Juga: Tanpa Infus Whitening Dan Suntik Putih, Kulit Cerah Putih Berseri Dengan Mengkonsumsi Suplemen Ini

Dia menanyakan handphonenya yang tertinggal, dan saat bapak pemilik warung mengembalikan handphone tersebut kepadanya, dia malah berlaku tidak sopan.

Seakan mendesak sang bapak untuk mengakui bahwa bapak tersebut berbuat tidak jujur, dia juga merekam kejadian itu dalam sebuah video.

Diketahui, kejadian dalam rekaman video itu terjadi pada pukul 03.00 dini hari.

Baca Juga: Cek Fakta: Presiden Jokowi Menangis Usai Mengunjungi Sha Wang Yang Menjalani Operasi

Setelah video tersebut diunggah ke TikTok, video itu menjadi viral dan memicu perdebatan di media sosial.

Mengetahui hal tersebut, pembuat konten video kejujuran itu akhirnya meminta maaf.

Namun, pemilik warung yang bernama Bapak Azman Ali atau yang akrab dipanggil Pak Azam, memberikan versi kejadian yang sebenarnya dengan perspektif yang berbeda.

Seorang pengguna Twitter dengan akun @BobyLamanepa membagikan kisahnya dengan mewawancarai bapak tersebut secara langsung.

Pak Azam menjelaskan bahwa konten kreator tersebut telah meminta maaf dan masalah ini telah diselesaikan.

Namun, karena video tersebut telah menjadi viral, Pak Azam dan keluarganya meminta agar kronologi kejadian yang sebenarnya dijelaskan kepada masyarakat internet.

Kejadian sebenarnya adalah bahwa Pak Azam telah berusaha mengejar pemilik ponsel tersebut.

Tetapi tidak berhasil menemukan kedua orang itu karena kapal yang ditumpangi oleh pemilik ponsel tersebut telah meninggalkan pelabuhan.

Oleh karena itu, Pak Azam membawa ponsel tersebut kembali ke warung.

Tidak lama kemudian, pemilik ponsel tersebut kembali ke warung dan membuat video yang viral itu.

Awalnya Pak Azam dan keluarganya tidak menyadari bahwa mereka sedang direkam untuk konten tersebut.

Hingga suatu hari, konten kreator pembuat video itu menghubungi mereka melalui panggilan video untuk meminta maaf atas kejadian tersebut.

Pak Azam dan keluarganya sangat menghargai perhatian dan dukungan yang diberikan oleh masyarakat internet sejak video tersebut menjadi viral.

Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi pembuat konten agar lebih bijaksana dalam membuat konten sehingga tidak merugikan orang lain.***(Ajeng Marcelliani)

Rekomendasi