

inNalar.com – Rabies merupakan suatu virus yang mematikan dan dapat menyebar ke tubuh manusia lewat air liur hewan yang terinfeksi.
Biasanya rabies menyebar lewar gigitan hewan seperti anjing, kelelawar, anjing hutan, rakun, dan rubah sigung.
Namun, sebenarnya terdapat dua cara penularan virus rabies dari hewan ke manusia. Yang pertama yakni melalui gigitan hewan yang terinfeksi virus rabies. Yang kedua melalui jilatan hewan yang terinfeksi virus rabies pada luka di tubuh manusia.
Baca Juga: Wow!! Hanya Menggunakan Masker Ini Sekali Pemakaian Wajah Langsung Glowing dan Tampak Muda
Virus ini menyebar setelah 2 minggu pasien digigit oleh hewan yang terinfeksi. Virus bergerak sampai ujung-ujung serabut saraf posterior.
Selama perjalanan virus ke otak, virus rabies akan membelah diri atau replikasi. Sesampainya virus di otak dengan jumlah yang maksimal, virus menyebar luas ke semua bagian neuron.
Virus ini akan masuk ke hipotalamus, sel-sel limbil, serta batang otak. Selanjutnya, setelah memperbanyak diri pada neuron-neuron sentral, virus rabies akan bergerak keseluruh organ dan jaringan tubuh.
Adapun beberapa gejala yang harus diwaspadai oleh seseorang yang mungkin dalam kurun waktu dua minggu digigit hewan yang berpotensi terindikasi terinfeksi virus rabies seperti anjing, kelelawar, dan lainnya.
Gejala-gejala tersebut diantaranya demam, mual, rasa nyeri pada tenggorokan, takut air (hidrophobia), takut cahaya, keresahan, air saliva yang berlebihan.
Apabila kalian digigit oleh hewan yang berpotensi terindikasi terinfeksi virus rabies, ada beberapa pencegahan dan pertolongan pertama yang harus dilakukan.
Yang pertama, cuci bekas gigitan hewan dengan sabut atau detergent di bawah air mengalir selama kurang lebih 5 menit sampai 10 menit.
Yang kedua, beri obat antiseptik pada luka bekas gigitan seperti obat merah/betadine, alkohol 70 persen dan lain sebagainya.
Yang ketiga, kalian dapat hubungi rabies center untuk pertolongan selanjutnya.
Hal yang tidak kalah penting dilakukan setelah terjadi gigitan yang anda alami, segera melapor ke puskesmas/rumah sakit terdekat untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR).
Pencegahan virus rabies ini bisa dilakukan dengan cara memberikan vaksin rabies pada hewan peliharaan setiap satu tahun sekali.
Hal tersebut tentunya akan lebih baik dan tidak berisiko untuk menularkan virus rabies daripada terlanjur terinfeksi rabies dan berobat karena sesnungguhnya mencegah lebih baik daripada mengobati.***(Alfina Indira)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi