Balita di Bali Terpapar Virus Rabies Usai Digigit Anjing Peliharaannya: Takut Angin dan Nggak Bisa Minum


inNalar.com – 
Peristiwa tragis terjadi ketika seorang balita di Bali harus kehilangan nyawanya karena gigitan anjing.

Parahnya lagi, balita tersebut meninggal akibat terinfeksi rabies setelah digigit oleh anjing peliharaannya sendiri.

Kejadian ini bermula pada Mei 2023 lalu, ketiga sang anak hendak mengambil mainan di kolong tidurnya.

Baca Juga: Mana Yang Benar, Idul Adha Mengikuti Arab Atau Ikut Pemerintah? Ini Jawaban Ustadz Adi Hidayat

Tiba-tiba anjing peliharannya yang masih berusia lima bulan menggigit lengan kiri anak itu, sehingga meninggalkan luka.

Anjing itu pun dibunuh oleh ayah dari sang anak, akan tetapi balita tersebut tidak mendapatkan penolongan pertama di rumah sakit.

Keluarga dari balita tersebut hanya membersihkan luka pada tangan balita dengan air.

Sebulan kemudian, tepatnya pada Sabtu 10 Juni 2023, kondisi balita tersebut mulai memburuk.

Diketahui balita ini merasa nyeri, gelisah, halusinasi hingga sesak napas.

Balita ini pun meninggal 20 menit kemudian, tepatnya pada pukul 8 malam setempat.

Selain karena gigitan anjing, keluarga korban yang teledor dapat menjadi faktor balita tersebut tidak dapat terselamatkan.

Ini terjadi karena balita tersebut tidak mendapatkan vaksin antirabies (VAR).

Kasus yang sama juga terjadi di NTT pada April hingga 7 Mei 2023 lalu.

Dilaporkan, terdapat tiga orang yang terdiri dari satu orang dewasa berusia 45 tahun, dua balita yang masing-masing berusia 5 dan 3,5 tahun.

Masing-masing korban memiliki kesamaan di mana tidak melaporkan kejadian ke pihak kesehatan sebelum terkena gejala rabies.

Perlu diingat apabila penanganan rabies terlambat, maka nyawa korban juga tidak akan tertolong lagi.

Semoga kasus ini menjadi pengalaman berharga bagi kita semua untuk mendorong kesadaran akan pentingnya tindakan penolongan pertama.

Mari lebih berhati-hati sehingga tragedi serupa tidak akan terulang lagi di masa depan.***(Ajeng Marcelliani)

Rekomendasi