

inNalar.com – Perebutan Perairan Natuna antara Indonesia dan Tiongkok masih memanas.
Tiongkok mengklaim Perairan Natuna di dalam nine dash line atau sembilan garis putus yang disebut sebagai Traditional Fishing Grounds.
Akan tetapi, baru-baru ini seorang ilmuwan asal Malaysia mengklaim bahwa sejarah bawah Laut Natuna sebenarnya adalah milik Malaysia.
Ketegangan mengenai klaim wilayah ini semakin meningkat, hingga Presiden Joko Widodo telah menegaskan bahwa Natuna adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pada kunjungannya ke Natuna tahun 2022 lalu, Presiden Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa masyarakat Indonesia tidak boleh meragukan kedaulatan NKRI atas Natuna.
Presiden menjelaskan bahwa Natuna telah menjadi bagian dari Indonesia sejak dulu hingga sekarang.
Baca Juga: Ternyata Kesalahan Memakai Serum dapat Merusak Kulit, Ini Tutorial agar Hasilnya Sempurna
Wilayah ini secara jelas termasuk dalam salah satu dari 514 kabupaten dan kota Indonesia, dengan populasi penduduk sekitar 81.000 jiwa.
Oleh karena itu, Presiden Jokowi menegaskan bahwa tidak ada keraguan lagi mengenai kedaulatan Natuna yang merupakan bagian integral dari wilayah Indonesia.
Sebenarnya apa yang membuat pulau ini menjadi rebutan antara Tiongkok hingga Malaysia?
Baca Juga: Butuh Uang? Anda Bisa Mendapatkan Uang Dengan Mudah Melalui Dua Cara Ini
Pulau Natuna sendiri terletak di Provinsi Kepulauan Riau dan merupakan bagian dari gugusan Pulau Tujuh yang menjadi jalur pelayaran internasional menghubungkan Hongkong, Korea, Taiwan, dan Jepang.
Dikelilingi oleh Laut Natuna Utara, Kabupaten Bintan, dan Semenanjung Malaysia, pulau ini menawarkan keindahan alam yang memukau.
Dengan luas wilayah mencapai 141.901,20 kilometer persegi, sebagian besar terdiri dari perairan yang menawarkan kekayaan bawah laut yang luar biasa.
Baca Juga: Manchester United Konfirmasi Mason Greenwood Masuk Dalam Daftar Pemain Yang Akan Dipertahankan
Selain itu, Pulau Bunguran yang terletak di Kabupaten Natuna memiliki sejarah yang kaya sebagai tempat persinggahan kapal-kapal dari dan ke Sriwijaya pada abad ke-13.
Pulau ini menjadi pusat perdagangan yang pesat dan membawa berbagai pengaruh budaya yang unik.
Tak hanya itu, Kabupaten Natuna juga memiliki populasi penduduk yang beragam dengan jumlah mencapai 81.495 jiwa pada tahun 2020.
Dengan kecamatan terbesarnya, yaitu Bunguran Timur, yang menampung lebih dari 27.000 penduduk.
Keindahan alam dan keberagaman budaya menjadi daya tarik yang tak dapat dilewatkan.
Baca Juga: Hati-Hati! Yuk Kenali Gejala Rabies dan Cara Menanganinya Demi Kesehatan Diri Sendiri
Tak hanya dikenal dengan keindahan dan keberagaman budayanya, Natuna juga memiliki kekayaan alam yang luar biasa.
Kabupaten ini menjadi rumah bagi cadangan gas alam terbesar di kawasan Asia Pasifik, yang menjadi potensi besar bagi pembangunan ekonomi di daerah ini.
Dengan segala keunikan dan potensi yang dimilikinya, Pulau Natuna memang menjadi tujuan menarik untuk dieksplorasi.
Keindahan alam yang memukau, keberagaman budaya yang kaya, serta potensi ekonomi yang besar, semuanya membuat Pulau Natuna patut dipertimbangkan sebagai destinasi wisata dan investasi yang menjanjikan.
Inilah yang membuat Natuna menjadi kaya dan diperebutkan oleh berbagai negara.***(Ajeng Marcelliani)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi