Wanita Haid Saat Wukuf di Arafah, Bagaimana Hukumnya Apakah Hajinya Sah?

InNalar.com- Ibadah Haji merupakan ibadah umat Islam di seluruh dunia pada bulan Dzulhijjah yang biasanya hanya dilaksanakan sekali seumur hidup bagi umat islam yang memiliki kriteria mampu.

Ibadah haji pasti tidak akan lepas dengan yang namanya wukuf di Padang Arafah yang dilaksanakn pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun haji yang harus dipenuhi untuk memenuhi syarat sahnya haji.

Jika tidak melaksanakan wukuf di Arafah maka haji yang dilaksanakannya tidak sah.

Dalam melakukan wukuf ada beberapa poin penting yang perlu dicatat,yang pertama dilakukan tepat pada waktu yang telah ditentukan yaitu mulai dari tergelincirnya matahari pada tanggal 9 dzulhijjah sampai terbitnya fajar shubuh pada tanggal 10 dzulhijjah.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Sunscreen Terbaik Untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Cukup dengan Harga Murah, Wajib Dicoba!

Bertepatan pada hari itu juga seluruh umat islam di seluruh dunia merayakan hari raya idul adha.

Yang mana pada hari raya idul adha umat islam di seluruh dunia yang saat itu dia mampu dia harus menyembelih hewan qurban.

Walaupun hanya dilakukan sebentar, orang yang melaksanakan ibadah haji harus tetap disana, jika tidak maka hajinya dihukumi tidak sah.

Baca Juga: Beauty Blender Kamu Kotor Parah? Nggak Perlu Ganti Kok, Coba Lakukan Tips ini Untuk Membersihkannya

Poin yang kedua, Ibadah wukuf dilakukan oleh orang yang dianggap ibadahnya atau bisa juga disebut ahlan lil ‘ibadah.

Lalu bagaimana ya hukumnya jika ada seorang wanita yang sedang melakukan ibadah wukuf sedang dalam keadaan haid?

Dalam kitab al-idlah yang dikarang oleh Imam Nawawi disebutkan bahwasanya salah satu adab dalam melaksanakan ibadah wukuf adalah suci dari hadats,

Jadi untuk wanita yang sedang haid, ibadah wukufnya dihukumi sah karena hal itu merupakan adab dan kesunnahan, walaupun begitu si wanita haid ini kehilangan keutamaan wukufnya.

Baca Juga: Tips Wajah Glowing Bebas Jerawat Tanpa Skincare, Inilah 3 Resep Jus Sehat Buat Terlihat Cantik Alami

Dalam kaidah fiqih juga disebutkan,” Al Wajibu la yutraku illa li wajibin” yang artinya bahwasanya kewajiban tidak dapat ditinggalkan kecuali karena kewajiban lainnya.

Dan juga ada kaidah fiqih “Al Wajibu la yutraku li sunnati” maksutnya kewajiban itu tidak boleh ditinggalkan karena kesunnahan saja.

Begitulah hukum mengenai hukum ibadah wukuf di Arafah yang dilakukan oleh seorang wanita yang sedang haid, wallahua’lam semoga bisa bermanfaat.

Kamu bisa klik twibbon hari raya Idul Adha 2023 di bawah ini:https://twb.nz/twiboniedulfitri1443h

***(Siti Melani Hari Rahmawati)

Rekomendasi