

InNalar.com- Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan jenis tumbuhan yang termasuk kedalam suku Moringaceace.
Daun kelor merupakan tanaman yang memilik masa pertumbuhan yang sangat cepat, serta memiliki masa ketahanan hidup yang lama.
Daun kelor diketahui tahan dapat bertahan pada kondisi panas yang ekstrim. Daun kelor awalnya merupakan tanaman yang berasal dari daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan.
Tanaman kelor saat ini juga sedang populer banget di Indonesia, karena bukan hanya bisa digunakan sebagai pengobatan namun juga dapat memengaruhi tingkat kecerdasan pada otak.
Dalam hal pengobatan sendiri disampaikan oleh dr Zaidul Akbar bahwa tumbuhan kelor ini memiliki manfaat yang dahsyat sekali.
Dijelaskan oleh dr Zaidul Akbar bahwasanya daun kelor ini memiliki kandungan minyak yang sama dengan minyak zaitun.
Baca Juga: Atasi Jerawat dan Bruntusan! Inilah Rekomendasi Skincare Untuk Kulit Berminyak dan Kombinasi
Selain itu daun kelor juga memiliki kandungan yang terdiri dari 20 jenis asam amino dan mineral yang sangat ampuh untuk mengobati penyakit kanker.
Lalu kandungan lain yang tak kalah menarik adalah Vitamin C pada daun kelor itu tujuh kali lebih banyak dibandingkan dengan buah jeruk. Dan vitamin A-nya empat kali lebih banyak dibandingkan dengan buah wortel.
Kalium yang terkandung pada daun kelor juga diketahui tiga kali lebih banyak daripada pisang, dan kalsiumnya empat kali lebih banyak daripada susu dan masih banyak lagi manfaat yang terkandung didalamnya.
Bukan hanya itu saja, daun kelor menurut dr Zaidul Akbar juga bisa digunakan untuk melakukan terapi balur.
Baca Juga: 5 Cara Mengecilkan Pori-Pori Wajah Secara Alami, No Budget dan Pastinya Aman Banget
Apa itu terapi balur?
Menurut dr Zaidul Akbar pada penjelasannya di laman youtube @sehat sunnah terapi balur merupakan terapi kulit.
Cara melakukan terapi balur cukup mudah, yaitu kamu hanya perlu membuat fermentasi dengan menggunakan daun kelor.
Pertama kamu ambil daun kelor, lalu kemudian masukkan daun kelor tersebut pada wadah yang sudah diisi air sebanyak satu liter yang juga sudah dicampurkan ragi sebanyak 15 gram.
Patikan daun kelor tesebut masih hijau dan segar, lalu jangan lupa untuk meremas daun kelor pada saat dimasukkan kedalam air wadah tersebut.
Ragi merupakan bakteri saccharomyces yang biasanya digunakan untuk proses-proses fermentasi pada berbagai jenis makanan.
Kemudian setelah itu tutup wadah tersebut secara tidak rapat, artinya ada ruang udara yang bisa masuk untuk membuang fermentasi tadi.
Setelah itu simpan wadah tadi dalam suhu kamar biasa selama 12 jam, pastikan agar tidak terkena paparan sinar matahari.
Lalu setelah 12 jam, kamu bisa langsung melulurkan daun kelor tadi keseluruh bagian tubuh.
Diketahui bahwasanya menurut penjelasan dr Zaidul Akbar terapi daun kelor ini dapat mengatasi berbagai penyakit sampai penyakit berat seperti kanker lho readers, nggak mau coba?
Kamu bisa melakukan terapi dengan daun kelor ini sebanyak 2 atau 3 kali dalam seminggu.
***(Siti Melani Hari Rahmawati)