

inNalar.com – Dikabarkan bahwa virus rabies tengah merebak di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT dimana korban terinfeksi melalui gigitan hewan.
Korban gigitan rabies di wilayah NTT tersebut terus meningkat secara signifikan setiap harinya dan hingga tanggal 17 Juni 2023, terhitung mencapai 429 korban.
Dari 429 orang tersebut, 174 diantaranya adalah anak-anak dan 3 orang telah dinyatakan meninggal dunia akibat virus rabies yang didapatkan melalui gigitan.
Kasus gigitan hewan rabies ini telah tersebar ke 25 kecamatan dan 114 desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah memberikan pelayanan vaksin terpadu pada hewan peliharaan dengan mendirikan posko vaksin di setiap wilayah serta melakukan vaksin door to door.
Selain memberikan vaksin rabies ke hewan peliharaan, pemerintah juga memberikan vaksinasi kepada petugas dan tenaga vaksinator yang bertugas agar tetap aman.
Baca Juga: Kereta Cepat Shinkansen Jakarta Bandung Bermasalah? Kabel Rel Dan Tembaga Diambil Untuk Dijual
Kepala Dinas Peternakan menghimbau agar masyarakat sekitar tetap waspada dengan selalu mengikat atau mengandangkan anjing peliharaan mereka.
Apabila kamu memiliki hewan peliharaan, pastikan hewan kamu sehat dan tidak memiliki gejala-gejala di bawah ini.
Gejala rabies pada hewan bisa bervariasi, tetapi ada beberapa tanda umum yang dapat diamati. Berikut adalah beberapa gejala rabies pada hewan.
Baca Juga: Makin Bikin Iri, Konser Coldplay di Singapura yang Dulunya 4 Hari Kini Bertambah Menjadi 6 Hari
1. Perubahan perilaku
Hewan yang terinfeksi oleh virus rabies akan mengalami perubahan perilaku yang sangat mencolok atau tidak biasa. Mereka mungkin menjadi lebih gelisah, cemas, atau terlalu tenang. Hewan yang biasanya ramah bisa menjadi agresif atau terlalu takut.
2. Hiperaktif
Hewan yang terinfeksi rabies dapat menunjukkan keadaan hiperaktif yang tidak biasa. Mereka mungkin gelisah, terus-menerus bergerak, atau tidak dapat diam.
3. Mengisolasi diri
Hewan yang terinfeksi rabies cenderung mengisolasi diri dari interaksi sosial. Mereka mungkin mencari tempat yang tersembunyi atau terpencil dan menghindari kontak dengan manusia atau hewan lainnya.
4. Munching
Beberapa hewan yang terkena rabies mungkin menunjukkan gejala khusus yang dikenal sebagai “munching”. Mereka akan terus-menerus mengunyah atau menjilati benda di sekitarnya, termasuk tubuh mereka sendiri.
5. Gangguan saraf
Rabies mempengaruhi sistem saraf pusat, sehingga hewan yang terinfeksi dapat mengalami gangguan neurologis. Mereka mungkin mengalami kelemahan atau kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu, kesulitan berjalan atau berdiri, atau kejang-kejang.
6. Hipersensitivitas
Hewan yang terkena virus rabies mungkin mengalami sensitivitas yang lebih parah terhadap rangsangan sensorik. Mereka bisa menjadi sangat sensitif atau berlebihan dalam merespons rangsangan ini.
7. Peningkatan air liur
Hewan yang terinfeksi rabies sering mengalami peningkatan produksi air liur. Mereka mungkin mengalirkan air liur secara berlebihan atau kesulitan menelan, yang dapat menghasilkan air liur berbusa.***
(Rohma Roifatunnisa’)