

inNalar.com – Ketika seorang wanita menemukan benjolan di area payudara tentunya membuat yang mengalaminya meraa khawatir dan panik, Benjolan yang muncul pada payudara bisa menjadi salah satu tand atumor jinak ataupun kanker, kenali dulu pebedaan tumor dan kanker pada payudara.
Menurut dr. Endang Nuryadi segala benjolan yang timbul di payudara disebut tumor payudara, tumor payudara dibedakan antara tumor jinak payudara dan tumor ganas payudara, tumor jinak payudara memiliki contoh sebagai berikut; seperti febroadenoma, papiloma intraduktal dan tumor filodes jinak.
Cara mengetahui benjolan yang berada di payudara tumor jinak atau ganas adalah dengan cara menilai geljala karakteristik pada benjolan tersebut, serta dipastikan denagn melakukan pemeriksaan jaringan payudara yang dapat di ambil memlaui biopsi atau pengangkatan benjolan pada payudara.
Baca Juga: Cukup Pakai Bawang Merah dan Bawang Putih, Rambut Rontok Akan Teratasi dalam Waktu 7 Hari
Ketika anda memiliki benjolan pada payudara segaera periksakan ke dokter yang nantinya akan dibawa ke laboratorium patologi anatomi apakan benjolan tersebut merupakan tumor jinak atau tumor ganas.
Saat ini kanker payudara menempati urutan pertama jumlah kanker terbanyak di dunia begitu juga di indonesia, penyebab pasti timbulnya kanker payudara tidak bisa dipastikan, hal-hal yang dapat mengakibatkan seseorang mempunyai kemungkinan terjadinya kanker payudara adalah faktor risiko.
Faktor utama adalah gender wanita, kanker payudara bisa terjadi karena faktor genetik atau keturunan seseorang dengan keluarga sedarah misalnya ibu atau kakak atau adik yang terkena kanker payudara.
Faktor genetik merupakan faktor yang paling besar memicu seseorang memiliki kanker payudara dibandingkan seseorang yang tidak memiliki keturunan kanker payudara.
Fakto selanjutnya adalah faktor hormonal bisa terjadi karena penggunaan obat kontraseopsi hormonal oral atau KB dalm penggunaan jangka waktu yang lama sampai 10 tahun hal tersebut dapat memicu adanya kanker payudara.
Faktor berikutnya adlaah faktor reproduksi mempengaruhi paparan terhadap estrogen seperti contoh; seorang wanita yang sedang datang bulan atau menstruasi pada usia dini sebelum seseorang tersebut berumur 12 tahun bisa juga pada wanita yang menopousenya terlambat yaitu berusia diatas 50 tahun.
Selanjutnya adalah faktor obesitas atau kegemukan, ciri-ciri dan gejala kanker pada payudara adalah adanya benjolan yang terasa atau teraba dan tampak pada payudara yaitu; adanya kemerahan atau pembesaran pori-poripada kulit payudara di daerah benjolan tersebut yang kasar seperti kulit jeruk.
Bisa juga terasa nyeri pada daerah benjolan tersebut, putting pada payudara tertik masuk kedalam dan bisa juga adanya cairan darah yang keluar dari putting payudara, apibila ada luka di payudara dan membesar kemudian berbenjol sampai cenderung meluas dan mengeluarkan cairan berbau.
Bisa juga adanya benjolan dibawah ketiak atau dibawah leher hal tersebut merupakan jalur dari kelenjar getah bening di payudara, cara mendeteksi kanker payudara yang pertama sadari dan periksa payudara sendiri.
Sebaiknya dilakukan 1 bulan sekali hari kesepeluh dari awal menstruasi dengan cara menghadpa ke cermin kemudian melakukan perabaan sendiri mulai dari putting kemudian pelan-pelan dengan jari ke area luar payudara dengan gerakan secara melingkar.
Dilakukan secara bergantian payudara kanan dan kiri kemudian yang kedua adlaah sadanis periksa payudara oleh tenaga medis yang bida lakukan oleh dokter pada pusat-pusat pelayanan kesehatan, yang ketiga yaitu melakukan pemeriksaan dirumah sakit enggunakan alat ultrasonografi atau USG.
Keempat yaitu dengan melakukan pemeriksaan mamografi dianjurkan pada wanita diusia 40 tahun untuk wanita dibawah usia 40 tahun tidak terlalu dianjurkan menggunakan mamografikarena jaringan payudaranya masih padat, Untuk mengetahui benjolan tersebut ganas atau tidak hanya bisa dilakukan pengangkatan jaringan benjolan di payudara setelah itu akan dipastikan patologi anatomi.***
(Faizzatun Nazira)