

inNalar.com – Tim SAR Amerika Serikat dan Kanada berupaya mencari kapal selam wisata yang hilang saat melakukan perjalanan ke reruntuhan kapal Titanic.
Dalam kapal tersebut, diketahui terdapat lima penumpang dengan di antaranya adalah seorang miliarder Inggris.
Kejadian ini berlangsung pada hari Minggu (18/6), sekitar 435 mil di selatan St John’s, Newfoundland.
Baca Juga: Manfaat Jahe yang Jarang Diketahui Banyak Orang, Ampuh Turunkan Berat Badan dan Atasi Nyeri!
Kapal selam yang dikenal sebagai Titan dilaporkan terlambat dan diyakini memiliki pasokan oksigen selama empat hari.
Selain miliarder Inggris, ada juga pengusaha Pakistan Shahzada Dawood dan putranya Sulaiman Dawood yang turut menjadi penumpang kapal selam tersebut.
Keluarga Dawood mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa kontak dengan kapal selam telah terputus dan informasi yang tersedia terbatas.
Baca Juga: Apa Benar Teh Hijau Bisa Membakar Lemak dan Ampuh Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya
Keluarga berterima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan dan meminta doa untuk keselamatan keluarga mereka.
Dua penumpang lainnya adalah Paul Henry Nargeolet, mantan komandan angkatan laut Prancis, penyelam laut dalam, dan pilot kapal selam, serta Stockton Rush, CEO dan pendiri OceanGate Expeditions, perusahaan yang mengorganisir misi ke reruntuhan Titanic.
Operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan tim SAR Amerika Serikat dan Kanada masih berlangsung intensif.
Penjaga Pantai Amerika Serikat dan Kapal Penelitian Kanada Polar Prince serta 106 Rescue Wing terus melakukan pencarian permukaan.
Pesawat C-130 juga dikerahkan untuk mencari kapal selam yang hilang.
Walaupun usaha pencarian dilakukan dengan segala upaya, penemuan kapal selam tersebut tetap menjadi tantangan.
Tingkat kedalaman Titanic yang berada sekitar 3.800 meter di bawah permukaan laut dan potensi terjebak di reruntuhan yang berusia satu abad menjadi faktor yang menyulitkan.
Meskipun begitu, tim SAR berusaha untuk menemukan kapal selam tersebut dengan bantuan kendaraan yang dapat mencapai kedalaman 6.000 meter.
Pada Selasa, 20 Juni 2023 lalu, otoritas Kanada melaporkan adanya indikasi kehidupan setelah mereka mendeteksi suara benturan dengan interval 30 menit selama pencarian kapal selam Titan yang hilang.
Berita ini pertama kali dilaporkan oleh media Amerika Serikat yang mengutip memo pemerintah AS, kemudian dikonfirmasi oleh Kanada.
Namun, belum jelas kapan suara benturan tersebut terdengar atau berapa lama durasinya.
Hingga saat ini, masih belum ada berita apakah bagaimana kondisi penumpang dan juga keberadaan kapal yang masih menjadi misteri.***(Ajeng Marcelliani)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi