Beruntunglah Bagi Anak Yang Terlahir Antara Idul Adha, Ini Keistimewaannya Menurut Ustadz Abdul Somad


inNalar.com – 
Setiap hari dalam setahun, pasti akan ada bayi yang lahir. Jika dalam islam, maka akan anjuran untuk melakukan aqiqah pada anak tersebut.

Namun bagaimana jika hari yang direncanakan itu juga bertepatan dengan har raya Idul Adha? Jika ingin melakukan qurban, mana yang harus lebih didahulukan, antara qurban dengan aqiqah?

Untuk itu, Ustadz Abdul Somad telah memberikan penjelasan dan bahkan keistimewaan bagi bayi yang lahir menjelang hari raya Idul Adha.

Baca Juga: Tumpas Perlawanan Makedonia, Performa Gemilang Bukayo Saka Bawa Inggris Kian Dekat dengan Piala Eropa 2024

Bagi orang yang mampu, qurban dan aqiqah merupakan hal penting yang harus dilakukan. Meskipun dua-duanya penting dilakukan, namun terdapat perbedaan pada tanggung jawab, cara dan tuntunan selama pelaksanaannya.

Akan tetapi, menurut Ustadz Abdul Somad, justru beruntunglah mereka yang lahir mendekati hari raya Idul Adha. Bagaimana tidak, jika hari lahirnya menjelang Idul Adha, maka dengan diniatkan untuk melakukan aqiqah, maka bersamaan pula mendapatkan pahala qurban.

Jadi, contohnya seperti anak yang lahir di tanggal 7 Dzulhijjah atau bertepatan antara hari Idul Adha, dan bersamaan juga dengan waktu untuk anak melakukan aqiqah. Dari itu maka otomatis dapat pahala kurban, jika kebetulan hari itu bersamaan dengan hari raya kurban.

Baca Juga: Tawaran Arsenal Ditolak Mentah-Mentah, Nasib Jurrien Timber Mengambang

Kurang lebih seperti itulah penjelasan dari Ustadz Abdul Somad. Dan perbedaan dari tanggung jawab dari aqiqah dan qurban pun berbeda. Karena itu ada keistimewaan bagi yang lahir antara hari raya Idul Adha.

Perbedaan tanggung jawab antara aqiqah dan qurban adalah pada orangnya. Karena Aqiqah itu merupakan tanggung jawab dari orang tua yang melahirkan anak. Namun untuk qurban, tanggung jawabnya adalah milik dia sendiri, karena itu memang untuknya.

Jika ada kasus lain sebagai contoh, seperti ada keluarga yang hendak aqiqah pada anak. Dan hari itu bertepatan dengan qurban, maka lakukanlah dahulu aqiqah sebelum dirinya sendiri melakukan qurban.

Lalu jika ada pertanyaan lain, seperti dirinya yang belum melakukan aqiqah, sedangkan hari itu juga bertepatan dengan idul adha. Maka lakukanlah qurban. Karena tanggung jawab aqiqah adalah dari orang tua atau dari ayahnya.

Jadi dapat disimpulkan jika lihat dahulu mana tanggung jawabnya dan mana yang harus didahulukan. Jadi jika untuk aqiqah diri sendiri, maka dahulukan saja qurban. Karena qurban adalah tanggung jawab milik orang tua atau ayah.

Sedangkan jika anaknya yang belum diaqiqahkan, maka lakukan aqiqah dahulu pada anak tersebut. Karena aqiqah merupakan tanggung jawab dari orang tua.

Selain itu, Ustadz Abdul Somad juga menjelaskan, tidak ada alasan bagi orang yang mengatakan tidak ingin berqurban karena dirinya belum pernah diaqiqahkan. Karena tanggung jawab aqiqah adalah tanggung jawab orang tua. Dan berqurban itu adalah tanggung jawab dari dirinya sendiri.

Menurut Ustadz Abdul Somad, aqiqah dilaksanakan pada hari ke 7, hari ke 14, dan hari ke 21. Dan menurut dari Suara Muhammadiyah.id, hukum dari ini adalah sunat muakkad.

Meskipun Rasulullah dan para sahabt juga melakukan aqiqah, karena ada pula tuntunan yang kurang lebih mengatakan, Dari Samurah bin Jundub, meriwayatkan Jika sesungguhnya Rasulullah saw bersabda, bahwa Setiap anak tergantung pada aqiqahnya, disembelih atas menggunakan namanya di hari ketujuh (kelahirannya), dicukur (rambutnya) dan diberikannya nama. HR. Abu Dawud.

Jadi dari hadits di atas, dapat dipahami tentang kebahagiaan dan rasa syukur atas lahirnya anak dengan melakukan aqiqah. Walaupun dibatasi dengan hari ketujuh, namun ada ulama yang menjelaskan jika memang sedang tidak bisa melakukan aqiqah di hari ketujuh, maka lakukan saja di lain hari. Namun dengan batasan sebelum anak tersebut baligh.

Nah itulah keistimewaan dari anak yang lahir antara hari raya Idul Adha. Mungkin akan beruntung bayi yang lahir pada Idul Adha, karena mereka akan mendapatkan aqiqah beserta dengan pahala qurban.

*** Alma Malik Dewantara

Rekomendasi