

inNalar.com – Kanker ovarium adalah kanker yang muncul pada jaringan ovarium atau indung telur, bahkan jenis penyakkit ini adalah kanker ketiga terbanyak yang didderita oleh para wanita Indonesia.
Kanker ovarium jarang menimbulkan gejala pada tahap awal, gejala kanker kista baru akan muncul pada stadium akhir atau pada stadium lanjut.
Adapun gejala-gejala lain dari kanker ovarium atau kista adlaah nyeri punggung dan juga adnaya kelelahan yang berkepanjangan selain itu sering timbul adanya perununan berat badan.
Baca Juga: Kembali Viral Video Tiktok Pengemasan Milo Palsu, Begini Cara Membedakannya Agar Tidak Tertipu
Jenis kista yang sering terjadi adalah kista ovarium yaitu kantung padat berisi cairan di dalam bisa juga pada permukaan ovarium.
Cara mengetahui adanya kista ovarium di dalm tubuh yaitu; memriksa kondisi abdomen atau perut jika terdapat organ yang terkena kista perut akan terasa semkain besar selain itu perut bagian bawah akan terasa penuh dan seakan tertekan.
Gangguan pada fungsi ekskresi adanya penyakit kista juga dapat ditandai dengan gangguan fungsi ekskresi seperti sulit buang air besar ataupun buang air kecil selain itu keinginan untuk buang air kecil juga meningkat tetapi air seni tidak bisa keluar dengan maksimal.
Baca Juga: Waspada Modus Penipuan Like dan Subscribe di YouTube, Kenali Tanda-Tandanya
Air seni yang tidak bisa keluar dengan maksimal disebabkan tekanan dari kista yang terus membesar, terkadang kista juga memicu rasa mual dan juga muntah sehingga pencernaan juga ikut terganggu.
Merasa tidak nyaman untuk berhubungan seksual bagi seorang wanita yang sudah menikah karena adanya rasa sakit atau tidak nyaman ketika melakukan hubungan seksual akan terganggu, jika saat melakukan hubungan seksual dan kista terasa sakit maka kista tersebut berabahaya.
Faktor penyakit kista yaitu bisa jadi keturunan atu pernah mengalami peradangan kronis gangguan siklus menstruasi.
Baca Juga: Berbahaya? Ini Diet Air Putih Yang Dipercaya Ampuh Menurunkan Berat Badan Hingga 5 Kg Per Minggu
Ketika terkena kista payudara akan mudah sensitif dan panggul akan terasa sakit, meminum obat subur atau KB, PCOS,stressminum alkohol, menstruasi pada usia dini , merokok bisa jadi kanker kista terjadi karena adanya bakteri atau parasit, tidak hanya itu kolesterol tinggi juga dapat mengakibatkan kista ovarium.
Penyebab terjadinya kista pada wanita yang belum menopauseyaitu kista ovarium fungsional berkembang dari sel telur yang bertumbuh tetapi tidak pecah sehingga tidak memerlukan operasi, sealnjutnya ada kista dermoid yang ditemukan pada wanita berusia 20-40 tahun.
Perbedaan miom dan kista adalah jika miom merupakan tumor kandungan yang tumbuh dirahim karena miom berasal dari otot rahim, sedangkan kista tumbuhnya di indung telur atau ovarium.
Jadi berbeda lokasi penempatan antara miom dan kista, berbeda juga bentuknya, jika anda ingin mengetahui miom atau kista yang bersarang di tubuh anda bisa melakukan USG Transvaginal bagi seseorang yang sudah menikah atau bisa menggunakan USG Transrektal dari lubang dubur.
USG melalui lubang dubur dilakukan pada seseorang yang masih remaja atau belum menikah,kista ovarium biasanya bersifat jinak tetapi pada beberapa kasus kista ovarium bisa berkembang menjadi ganas.
Kista baru menimbulkan masalah jika tidak tidak kunjung menghilang atau semakin membesar, kondisi serius juga dapat terjadi jika kista pecah.***(Faizzatun Nazira)