Link Twibbon Hari Keluarga Berencana 2023 dan Sejarah Perkembangan BKKBN dalam Mendukung Pembangunan Nasional

inNalar.com – Pada tanggal 29 Juni mendatang, masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Keluarga Berencana 2023. Kita bisa menambahkan lencana khusus bertajuk hari peringatan ini dengan mengunduh link twibbon berikut ini.

Link twibbon kali ini tersedia dalam rangka menjadi ruang bagi masyarakat agar ikut menunjukkan dukungan dan kesadaran bersama tentang makna di balik Hari Keluarga Berencana 2023 di media sosial.

Di dalam link twibbon Hari Keluarga Berencana 2023 ini, tersedia sticker lencana yang menggambarkan lingkaran cinta yang mendeskripsikan visual kasih sayang yang terbangun di dalam hubungan sebuah keluarga, yakni antara orang tua dan anaknya.

Baca Juga: Link Twibbon Hari Keluarga Berencana 2023: Mengoptimalkan Peran dan Tanggung Jawab Keluarga

Sebelum itu, mari kita mencoba dalami sejarah terbentuknya peringatan Hari Keluarga Berencana agar kita bisa ikut memahami misi yang terkandung dalam kampanye sosial ini.

Sejarah Hari Keluarga Berencana tak lepas dari peran Badan Koordinasi dan Keluarga Berencana Nasional atau yang sering kita kenal dengan singkatan BKKBN.

Dilansir dari laman resmi BKKBN, awal mula berdirinya badan ini, yaitu ketika pada tanggal 23 Desember 1957, Organisasi Keluarga Berencana didirikan di gedung Ikatan Dokter Indonesia.

Baca Juga: 5 Link Twibbon Gratis dengan Pilihan Warna Menarik untuk Memeriahkan Idul Adha 2023

Perkumpulan tersebut pun kemudian berkembang menjadi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Kemudian, mereka berkomitmen untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera dengan menyediakan 3 jenis pelayanan.

Tiga jenis pelayanan yang dimaksud adalah pengaturan kehamilan atau memberi jarak kehamilan, pengobatan infertilitas, dan memberikan nasihat perkawinan.

Hingga pada akhirnya PKBI ini diakui oleh Departemen Kehakiman sebagai badan hukum pada tahun 1967.

Pada masa itu, PKBI bekerja sama dengan pihak pemerintah untuk mengendalikan pertumbuhan populasi dan mendorong pembangunan nasional yang lebih baik lagi.

Baca Juga: Harta Kekayaan Salah Satu Pejabat Pemkot Jakarta Pusat ini Melejit Hampir 2 Kali Lipat, Totalnya Bukan Main

Pada tanggal 16 Agustus 1967, Presiden Soeharto kala itu mengisi pidato yang menerangkan adanya konsep keluarga berencana untuk mengatasi permasalahan pertumbuhan penduduk yang begitu cepat.

Hingga pada akhirnya pada 7 September 1968, Presiden Soeharto pun memberikan instruksi Instruksi Presiden No. 26 tahun 1968 kepada Menteri Kesejahteraan Rakyat sebagai bentuk dukungan penuh peran PKBI dalam menjalankan misi ini.

Kemudian PKBI kian berkembang dan pada akhirnya dibentuklah Lembaga Keluarga Berencana Nasional (LKBN) yang statusnya sebagai lembaga semi pemerintah.

Perkembangan PKBI berlanjut menjadi BKKBN hingga pada tahun 1972, dikeluarkan Keppres No. 33 Tahun 1972 yang mengubah status badan hukumnya menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen yang berada langsung di bawah pengawasan Presiden.

Baca Juga: Apa Itu Respirasi dan Kira-Kira Bagaimana Ya Prosesnya? Simak Ulasan Berikut Ini!

Tak lama berselang, tepatnya dua tahun setelahnya, status badan ini kembali beralih menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen. Posisinya ini berada di bawah naungan langsung presiden.

Pada tanggal 28 Januari 1987, Presiden Soeharto mencanangkan KB Mandiri yang dipopulerkan dengan kampanye Lingkaran Biru atau LIBI.

Lalu hingga tahun 1993, masa-masa ini terdapat strategi baru yang dimunculkan, salah satunya adalah Kampanye Lingkaran Emas atau LIMAS.

Tahun setelahnya hingga 1998, muncul sebuah pendekatan baru, yaitu Pendekatan Keluarga. Pendekatan tersebut bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam gerakan KB Nasional.

Baca Juga: Terkuak! Harta Kekayaan Wakil Walikota Jakarta Timur Setara dengan Harga 4 Mobil Mercedes-Benz

Hingga pada akhirnya, tata kelola badannya diserahkan kepada pemerintah kabupaten atau kota pada tahun 2004. Oleh karena itu, masa ini disebut sebagai era desentralisasi bagi sejarah Keluarga Berencana Nasional.

Adapun keberadaan BKKBN di Indonesia masih terasa hingga sekarang. Terlihat dari adanya program Kampung Keluarga Berencana seperti di Kelurahan Cideng, Cempaka Putih Timur, Kelurahan Utan Kayu Selatan, dan masih banyak lainnya.

Oleh karena itu, yuk ikut dukung kampanye keluarga terencana di Hari Keluarga Berencana 2023 dengan unduh twibbon pada link berikut ini:

https://twb.nz/harganas23

***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]