Soal NII KW-9, Pasukan Radikal Yang Diduga Direkrut Langsung oleh Panji Gumilang


inNalar.com – 
NII KW-9 atau Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 adalah pasukan yang direkrut langsung oleh Panji Gumilang dan bermarkas di Ponpes Al Zaytun.

Pasukan ini menjadi sorotan publik karena dugaan cuci otak terkait kasus-kasus yang berhubungan dengan mereka.

Meski masih belum ada detail jelas mengenai pasukan ini, Ken Setiawan selaku mantan anggota dari pasukan tersebut pun angkat bicara.

Baca Juga: Pejabat Pemkot Semarang Ini Miliki Harta Kekayaan Setara Kapal Pesiar The History Supreme

Semasa kepemimpinan almarhum Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, Ken Setiawan selaku pemimpin dari NII Crisis Centre ini mengatakan bahwa NII hanya memilki tujuh komandemen.

Kemudian, Komandemen Wilayah 8 di Lampung dan Komandemen Wilayah 9 untuk Jakarta ditambahkan belakangan kala kepemimpinan Adah Djailani.

Karena NII KW-9 yang dipimpin oleh Panji Gumilang berhasil mengumpulan dana dan merekrutan jemaah baru, hal ini menjadikan NII KW-9 menjadi pasukan yang sukses. 

Baca Juga: Fantastis! Berstatus Sebagai Wakil, Hendra Hidayat Ternyata Lebih Tajir Dari Walikota Jakarta Barat

Dari dana yang terkumpul ini pun Panji Gumilang membangun kompleks pondok pesantren Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat, yang memiliki ukuran besar dan fasilitas yang memadai.

Sejak saat ini, kompleks Al-Zaytun pun dijadikan “ibu kota” oleh NII KW-9.

NII KW-9 menjadikan ibu kota ini sebagai tempat ibadah haji yang diperuntukkan kepada warga NII.

Baca Juga: Miliki Mobil Seharga Hampir Rp 500 Juta, Intip Total Harta Kekayaan Salah Satu Camat di Jakarta Pusat

Ibadah haji ini dilakukan setiap tanggal 1 Muharram.

Saat haji inilah para jemaah diwajibkan membawa setoran yang disebut sebagai “melempar jumrah”.

Bila saat haji biasanya jamaah melempar tujuh kerikil sebagai lempar jumrah, Ponpes Al Zaytun menggunakan tujuh sak semen sebagai gantinya.

Parahnya lagi, tujuh sak semen tersebut diduga diganti dengan sejumlah uang yang bernilai setara.

Tidak hanya itu, banyak jemaah yang didorong untuk menyumbang dengan jumlah yang lebih besar dari itu.

Ketika ditanya apakah NII KW-9 menganut paham radikal, Ken Setiawan menjawab bahwa NII KW-9 memiliki doktrin yang sama dengan NII lainnya.

Mereka sama-sama menganggap bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara kafir.

Namun, perbedaannya adalah NII KW-9 tidak melakukan tindakan kekerasan seperti peledakan bom untuk jihad.

Meskipun begitu, tetap saja mereka akan menggunakan segala cara yang dianggap perlu untuk memperkuat posisi keuangan kelompok mereka.***(Ajeng Marcelliani)

Rekomendasi