

inNalar.com – Akhir-akhir ini sering terjadi perceraian di Indonesia. Adapun perceraian itupun dengan alasan-alasan yang berbeda. Tapi jika perceraian terjadi karena adanya perselingkuhan, apa yang membuat seseorang bisa selingkuh?
Dikatakan jika gen juga memberi pengaruh pada seseorang untuk berselingkuh. Tapi apakah faktanya benar jika terjadinya perselingkuhan itu terjadi karena faktor gen?
Untuk itu berikut jawaban dan penjelasannya jika dilihat dari sisi psikologi.
Baca Juga: Materi IPA Kelas 8: 6 Jenis Vitamin Beserta Manfaatnya untuk Tubuh: Sumbernya Beragam!
Jadi apa yang dimaksud dari perselingkuhan terjadi dari gen itu seperti ada dari salah satu orang tua berselingkuh, maka anaknnya juga akan ada kemungkinan untuk berselingkuh di masa dewasa nanti.
Untuk hal itu pun, dokter psikolog klinis dan forensik di Jakarta bernama Kasandra Putranto memberikan jawaban.
Menurut Dokter Kasandra, faktor bisa terjadinya perselingkuhan itu dikarenakan simpanan memori yang ada dalam otak, dan memori itu berasal dari penglihatannya semenjak kecil dari kedua orang tua.
Baca Juga: Gagal Dapatkan Lionel Messi, Al-Hilal Dikabarkan Boyong Neymar Jr untuk Ramaikan Liga Arab!
Meskipun ada memori yang dimasukan, tapi terdapat pula penyaring yang nantinya masuk pada otak dan bagaimana seseorang akan menindakinya nanti. Menurut Kasandra, contohnya seperti anak yang terlahir dari Ayah dan Ibu yang berselingkuh, maka dia akan menurunkan hal-hal tersebut secara alami.
Selanjutnya berhubungan dengan memori dan akhirnya cara dia memilih. Contohnya seperti anak yang terlahir dari orang tua yang seperti itu, maka nanti sang anak akan memiliki pikiran jika selingkuh itu diperbolehkan.
Baca Juga: Toyota dan Daihatsu Mendadak Tarik Mobil Avanza-Xenia, Jumlahnya Tak Main-main
Kasandra juga menambahkan, jika orang seperti itu terkadang juga memiliki bakat alami. Karena ada saja orang yang ketika sudah memiliki hubungan, dia akan melakukan perselingkuhan sekali, dua kali, tiga kali atau seterusnya.
Akan tetapi pada akhirnya keputusan akan berada di tangan orang itu masing-masing. Seperti seseorang tersebut akan memilih seperti Ayahnya, seperti Ibunya, atau akan lebih memilih seperti orang lain.
Bagi Kasandra, secara tegas ia menjelaskan pentingnya adanya konseling pranikah, melakukan pemeriksaan kesehatan agar lebih tahu satu sama lain, terutama pentingnya menanamkan hal yang baik pada anak.
Meskipun begitu, memang saat praktek di lapangan itu cukup sulit. Karena kebanyakan pasangan pandai menutup-nutupinya di depan, hingga akhirnya terbuka semua di akhir. Karena itu sangat penting bagi orang tua untuk memberikan pengaruh positif pada anak.
Adapula penelitian yang mengungkapkan, jika pria memliki kecenderungan 63% yang itu berasal dari turunnya genetik. Sedangkan bagi wanita sekitar 40% untuk memiliki kecenderungan selingkuh yang menurun dari genetik.
Perlu diingat pula, meskipun ada faktor gen yang menyebabkan perselingkuhan. Namun Semua itu terjadi karena adanya niatan yang tidak baik dalam hubungan yang terjadi. Lakukan kegiatan lain yang terasa lebih menantang jika kamu mulai merasa jenuh pada komitmen hubungan.
Karena dengan melakukan kegiatan yang menantang, maka rasa dari ingin selingkuh tersebut bisa menghilang. Dan hindari pula membuka kesempatan dengan orang lain. Karena faktor terbesar terjadinya perselingkuhan adalah dengan adanya kesempatan.
Itulah fakta dari genetik mempengaruhi seseorang dalam melakukan selingkuh. Meskipun ada faktor dari gen, namun jangan sampai kita cari kesempatan dan menghancurkan kesetiaan yang pernah dibuat.
*** Alma Malik Dewantara
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi