Swedia Gempar! Salwan Momika Bakar Al Qur’an Di Depan Masjid: Aksi akan Berlanjut Sampai…

inNalar.com – Kemarin sempat ramai karena ada warga Irak, Salwan Momika yang membakar Al Qur’an di Swedia. Tepatnya ia membakar Al Qru’an itu di depan masjid daerah Sodermalm.

Momika itu yang membakar Al Qur’an memperkenalkan dirinya sebagai ateis sekuler di media sosial. Dan tujuan dari ia membakar salinan Al Qur’an di depan masjid itu adalah bentuk kritisi dirinya pada Islam.

Tidak hanya itu, Salwan Momika juga memuji politikus Swedia, Rasmus Paludan. Karena politikus itu sebelumnya juga pernah melakukan aksi pembakaran kitab Al Qur’an.

Baca Juga: Meski Sering Terlibat Konflik, Jose Mourinho Mendapat Tawaran Besar dari Liga Arab! Bagaimana dengan AS Roma?

Menurutnya, dengan adanya islam berarti ancaman terhadap nilai-nilai Swedia. Bahkan pembakaran Al Qur’an tersebut dilakukan tepat dengan hari raya Idul Adha, yaitu tanggal 28 Mei kemarin.

Dari pembakaran tersebut, polisi Swedia langsung melakukan investigasi. Karena ada kemungkinan jika hal itu adalah ujaran kebencian dengan dugaan kasus Islamofobia.

Akan tetapi tidak berhenti disitu saja. Karena Salwan Momika juga telah mengatakan pada media pada tanggal 29 Juni kemarin, jika ia akan melanjutkan aksinya pembakaran kitab Al Qur’an ini selama 10 hari ke depan.

Baca Juga: Coldplay dan Piala Dunia U 17 Rebutan GBK! Berawal dari Jadwal yang Tabrakan Sampai Perbaikan Stadion JIS

Sebelumnya pada tanggal 28 Juni, polisi Swedia sempat memberikan ijin Salwan untuk protes, pria tersebut langsung menginjak Al Qur’an dan membakar beberapa lembar halaman yang ada pada kitab Al Qur’an di depan Masjid.

Tentu saja dengan pembakaran Al Qur’an yang bahkan bertepatan dengan hari raya Idul Adha, ia langsung mendapatkan kemarahan dari seluruh daerah timur tengah, yang termasuk Indonesia juga.

Saat mengatakannya pada surat kabar Expressen, dia tahu dengan tindakan yang dilakukannya, ia pasti akan mendapatkan banyak reaksi. Bahkan menurutnya ia sudah mendapatkan ribuan ancaman pembunuhan. Namun dia tidak peduli dan akan tetap melanjutkan aksinya ini beberapa minggu ke depan.

Baca Juga: Baru Tahu? dr. Zaidul Akbat Sebut Asam Urat Tidak Berbahaya untuk Tubuh: Asalkan Seperti Ini…

Ditambah lagi, ia juga menjelaskan jika selama 10 hari ini akan membakar bendera Irak dan membakar Al Qur’an di depan kedutaan Irak yang berada di Stockholm.

Meskipun polisi Swedia sebelumnya telah memberikan ijin pada Salwan untuk mengeluarkan protesnya, didasarkan pada perlindungan kebebasan berbicara.

Akhirnya polisi Swedia tersebut tengah melakukan penyelidikan karena tindakannya yang melakukan penyebaran kebencian terhadap satu etnis.

Hal tersebut disebabkan dengan Salwan yang membakar Al Qur’an dengan jarak yang terlalu dekat dengan masjid.

Adapun media lain juga mencekam aksi Salwan. Media Arab News mengatakan jika Tindakan tersebut yang penuh dengan kebencian dan berulang ini sudah tidak lagi dapat diterima dengan pembenaran apapun. Tindakan itu jelas sekali untuk menghasut pengucilan, kebencian dan rasisme.

Ditambah lagi perbuatan dari Salwan sendiri menurut Arab news juga sudah secara langsung bertentangan terhadap upaya internasional yang berupaya dalam menyebarkan moderasi, nilai-nilai toleransi, serta penolakan terhadap ekstremisme.

Tidak hanya itu, hal tersebut juga merusak rasa saling menghormati yang memang diperlukan dalam hubungan antara masyarakat dan negara.

Karena menurut Salwan jika perbuatan ini adalah demokrasi. Jadi merupakan hal gila jika pembakaran Al Qur’an dilarang.

Jika hal itu adalah bentuk protes dari demokrasi, membuat Turki negara anggota NATO yang telah menghalangi tawaran aksesi Swedia tersebut geram. Karena protes itu bersifat menghasut dan membuat posisi Swedia menjadi berbahaya sekaligus membuat upaya Swedia dalam bergabung dengan NATO saat pertemuan puncak blok di bulan Juli.

Nah itulah fakta terbaru dari Salwan Momika yang membakar Al Qur’an di Swedia. Jadi apakah dia akan melanjutkan protes pembakaran Al Qur’an tersebut 10 hari ke depan? Dan Bagaimana umat islam nantinya akan menanggapi tindakan menghasut ini?*** (Alma Malik Dewantara)

Rekomendasi