Alasan Pasien Diabetes Melitus Harus Berhati-Hati Dengan Kaki Mereka? Begini Penjelasannya

inNalar.com – Diabetes Melitus adalah penyakit yang mungkin secara umum telah kalian kenali. Lantas, apa yang dimaksud dengan Diabetes Melitus?

Diabetes Melitus adalah penyakit yang menyerang gangguan metabolisme akut yang mana ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi disertai dengan gangguan metabolisme lipid, karbohidrat, dan protein.

Di Indonesia, angka penyakit Diabetes Melitus ini berpotensi terus menanjak hingga 10 persen.

Baca Juga: Diabetes Sembuh, Gula Darah Normal Pakai Ramuan Herbal Ini, Bahannya Pasti Ada di Rumah Kok

Menanjaknya angka penyakit Diabetes Melitus di Indonesia ini disebabkan oleh gaya hidup masa sekarang yang cenderung tidak sehat yang mana semakin banyak jajanan yang mengandung banyak gula.

Maka dari itu, penyakit Diabetes Melitus ini menyerang seseorang tidak pandang usia. Penyakit ini dapat menyerang usia anak-anak hingga lansia.

Hal yang cukup mengejutkan mengenai penyakit ini adalah pengidap penyakit Diabetes Melitus harus berhati-hati dengan kaki mereka. Lantas mengapa?

Baca Juga: Cukup Rutin Minum Kopi Penyakit Diabetes dan Gula Darah Mendadak Sembuh, Ini Kata dr Hans Tandra

Bersumber dari Kemkes.go.id, disana dijelaskan bahwa masalah pada kaki adalah penyebab penting dari komplikasi pada pengidap penyakit Diabetes Melitus.

Hal tersebut disebabkan oleh sirkulasi dara pada tungkai dan kaki terganggu hingga dapat mengakibatkan jaringan saraf pada kaki rusak.

Jaringan saraf yang rusak pada kaki dapat berakibat sensasi rasa sakit berkuang. Namun, hal tersebut malah berbahaya.

Baca Juga: Teka-teki Masa Depan Marcus Thuram Akhirnya Terjawab! Kini Resmi Jadi Pemain Anyar Inter Milan

Sensasi rasa sakit yang berkurang pada kaki dapat membuat pasien pengidap penyakit Diabet Melitus tidak menyadari bahwa kaki mereka terluka.

Selain itu, nutrisi ke jaringan pada kaki berkurang sehingga luka yang tidak disadari tersebut sulit untuk sembuh.

Luka kecil pada kaki yang tidak disadari tersebut dapat dengan cepat berkembang menjadi luka yang parah.

Luka yang sulit sembuh tersebut rentan terkena infeksi yang terlanjur parah dan berakhir pada dilakukannya amputasi kaki.

Pasien pengidap Diabetes Melitus ini yang memiliki risiko lebih besar terkena masalah pada kaki biasanya berusia lebih dari 40 tahun.

Selain itu, pasien DIabetes Melitus ini biasanya merokok atau mengunyah tembakau. Maka dari itu, pentingnya untuk menerapkan pola hidup sehat agar risiko terkena Diabetes Melitus ini dapat berkurang.***(Alfina Indira)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]