

inNalar.com – Diabetes Melitus merupakan kondisi akut yang terjadi karena meningkatnya kadar gula dalam tubuh yang disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk bisa menghasilkan insulin.
Penyakit Diabetes Melitus ini memiliki dua tipe yakni tipe 1 dan tipe 2. Perbedaan diantara keduanya adalah tipe 1 ditandai dengan rusaknya organ pankreas pada saat memproduksi insulin. Sedangkan, pada Diabetes Melitus tipe 2 ini ditandai dengan tidak dapat bekerjanya insulin itu sendiri.
Gejala yang timbul karena terdiaknosis kedua tipe Diabetes Melitus baik tipe 1 maupun tipe 2 tersebut sebetulnya hampir sama yakni penurunan berat badan, sering buang air kecil, pengelihatan kabur dan lain sebagainya.
Baca Juga: Berikut 7 Langkah Sederhana Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Bagi Penderita Diabetes Melitus
Meskipun begitu, kalian harus segera berkunjung ke dokter saat terindikasi terkena penyakit Diabetes Melitus baik tipe 1 maupun tipe 2 untuk menentukan pengobatan yang sesuai.
Mengingat, pada jaman sekarang penyakit Diabetes Melitus menyerang seseorang tanpa melihat usia tergantung dengan pola hidup masing-masing.
Jadi, Diabetes Melitus tidak selalu menyerang seseorang yang usianya lebih dari 40 tahun keatas.
Banyak usia remaja yang sudah mengidap Diabetes Melitus dan harus rutin menyuntikkan Insulin ke tubuhnya karena gaya hidup yang tidak sehat sebelumnya.
Hal ini juga bisa dilihat dari peningkatan angka Diabetes Melitus di Indonesia yang terus meningkat.
Makin naiknya angka penyakit Diabetes Melitus di Indonesia ini tentu disebabkan oleh gaya hidup masa kini yang cenderung tidak sehat yang mana semakin banyak jajanan yang mengandung banyak gula.
Kunci dari dapat teratasinya penyakit Diabetes Melitus ini adalah pada pola hidup yang diterapkan para penderita Diabetes Melitus.
Para penderita Diabetes Melitus harus menjaga dan mengontrol kadar gula dalam darah tentunya dengan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang.
Jika tidak, tentunya penyakit Diabetes Melitus dapat semakin memburuk berujung pada adanya penyakit komplikasi. Berikut beberapa komplikasi akut yang bisa terjadi apabila seorang pasien Diabetes Melitus tidak mengontrol kadar gula darah dalam tubuhnya.
Pertama, komplikasi akut makrovaskuler yang pada umumnya berkembang pada pengidap Diabetes Melitus yang menderita penyakit jantung coroner, stroke, gagal jantung kongestif.
Komplikasi mikrovaskuler diantaranya seperti diabetik, retinopati, nefropati dan lain sebagainya.
Kedua, komplikasi kronis seperti Hipoglikemia yaitu kadar gula darah
seseorang dibawah angka normal. Selain itu, Hiperglikemia yaitu gula darah meningkat secara tiba-tiba.***(Alfina Indira)