

inNalar.com – Akibat gelombang protes terhadap Pondok Pesantren Al Zaytun yang terus meningkat, banyak pertanyaan mengenai pembubaran ponpes ini.
Saksi-saksi melaporkan bahwa aksi protes dan pembubaran Pondok Pesantren Al Zaytun terus berdatangan, termasuk dari tokoh agama yang terlibat.
Sedangkan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan kekhawatiran akan hak para santri jika ponpes tersebut ditutup.
Baca Juga: Perempuan Penderita Diabetes Melitus Tidak Boleh Hamil? Begini Faktanya
Namun berbeda halnya dengan Habib Bahar bin Smith, salah satu tokoh Islam di Indonesia.
Sebagai salah seorang tokoh agama yang memimpin aksi penolakan terhadap Ponpes Al Zaytun, dirinya menginginkan penutupan permanen pondok pesantren tersebut.
Ia bahkan menyatakan siap mengajak santri-santri untuk pindah ke Pondok Pesantren miliknya jika Pondok Pesantren Al Zaytun ditutup.
Baca Juga: AWAS! 2 Gejala Diabetes Melitus Ini Seringkali Dianggap Sepele, tapi Bisa Berujung Kematian
Dalam sebuah wawancara, Habib Bahar menjelaskan bahwa tujuan aksinya adalah untuk menyampaikan ketidakrelaannya mengenai kesesatan dan penyesatan di Indonesia.
Menurutnya, jika pemimpin rusak, yang dipimpin juga akan rusak.
Sedari awal, dirinya tidak setuju dengan pemikiran dan manhaj pemimpin pondok pesantren yang diduga sesat tersebut.
Baca Juga: Threads, Aplikasi Bawaan Instagram Besutan Meta yang Menjadi Rival Baru untuk Twitter
Dirinya pun menyinggung beberapa masalah yang menurutnya terjadi di Pondok Pesantren Al Zaytun.
Contohnya seperti percampuran antara laki-laki dan perempuan dalam salat dan tebusan untuk menghalalkan zina.
Ia berpendapat bahwa MUI tidak boleh menganggap hal ini sepele dan menyerukan untuk tidak mundur dalam melawan Panji Gumilang.
Meski tim investigasi terus melakukan penelusuran terhadap ponpes tersebut, Habib Bahar menilai kurangnya tindakan yang lebih tegas.
Dilihat dari lamanya proses investigasi, aktivis asal Manado tersebut pun menyinggung adanya dugaan backingan terhadap Panji Gumilang.
Karena bila tidak ada backingan, tidak ada penjelasan mengapa Panji Gumilang belum ditangkap meski telah dianggap menyimpang dan sesat.
Hal ini membuat pendakwah muda bernama lengkap Sayid Bahar bin Ali bin Smith tersebut membandingkan kasus ini dengan kasusnya.
Dia menganggap bahwa beberapa perilaku kontroversialnya mendapatkan pengadilan yang cepat, berbanding terbalik dengan Panji Gumilang.***(Ajeng Marcelliani)