

inNalar.com – Cukup populer di kalangan masayarakat mengenai tipe Diabetes kering dan basah.
Masyarakat menganggap tipe Diabetes kering dan basah ini merujuk pada perbedaan kondisi luka yang dialami oleh penderita Diabetes.
Istilah diabetes kering biasanya ditandai dengan luka yang dialami oleh penderita diabetes cepat kering dan proses penyembuhan yang cepat.
Baca Juga: Manfaat Kayu Manis untuk Obati Diabetes, Begini Kata dr Zaidul Akbar: Produk Allah Terbaik…
Sementara diabetes basah ditandai dengan luka yang sulit kering dan sulit sembuh yang biasanya rentan terhadap infeksi.
Lantas, di dalam dunia kedokteran apakah tipe diabetes kering dan basah ini adalah fakta atau hanya lah sebuah mitos?
Maka dari itu, tim inNalar.com melakukan penelusuran lebih lanjut terkait tipe diabetes basah dan kering.
Dari hasil penelusuran di platform digital Youtube, terdapat penjelasan lengkap dari dr L.Aswin yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam di kanal youtube Gue Sehat.
dr L.Aswin menjelaskan bahwa jenis-jenis dari Diabetes yakni daintaranya Diabetes tipe 1 yaitu biasanya diderita dari usia anak-anak 7 hingga 12 tahun dan membutuhkan insulin.
Yang kedua, Diabetes tipe 2. dr L.Aswin menjelaskan bahwa diabetes tipe 2 biasanya muncul di usia tua 30-40 tahun keatas.
Baca Juga: Sering Disepelekan! Berikut Ciri-ciri Keputihan dan Ramuan Herbal untuk Mengatasinya, Ampuh!
Tak hanya itu, dr L.Aswin mengatakan bahwa 95 persen adalah penderita diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup yang buruk seperti mengonsumsi terlalu banyak gula dan kerbohidrat, serta jarang berolah raga.
Berikutnya adalah diabetes tipe lain. Diabetes tipe lain ini biasanya dapat disebabkan oleh obat steroid atau seseorang dengan penyakit autoimun.
Yang terakhir adalah diabetes muncul karena kehamilan. Diabetes karena kehamilan ini biasa disebut dengan diabetes gestational.
Lantas, benarkah ada Diabetes tipe kering dan basah atau hanya sebuah mitos belaka?
dr L.Aswin menegaskan bahwa diabetes tipe kering dan basah hanyalah sebuah mitos belaka.
Sulit sembuh atau tidaknya luka yang diderita oleh penyandang diabetes adalah tergantung daripada terkontrol atau tidaknya kadar gula dalam darah.***(Alfina Indira)