Ciri-Ciri Diabetes Melitus di Usia Muda yang Jarang Disadari, Coba Cek Apa Kamu Mengalami?

inNalar.com – Diabetes melitus tidak hanya menyerang orang yang sudah lanjut usia saja.

Diabetes melitus juga bisa dialami oleh usia muda atau remaja bahkan anak-anak.

Seringkali diabetes melitus yang menyerang usia muda tidak menunjukkan tanda-tanda yang serius.

Baca Juga: 3 Perusahaan Otto Toto Sugiri, Orang Terkaya di Indonesia, Salah Satu Sahamnya Naik hingga 11 Ribu Persen

Namun hal itu membuat penderita diabetes melitus di usia muda terancam mengalami kematian.

Dikutip dari Youtube Clarin Hayes, ada beberapa ciri diabetes melitus yang dialami oleh remaja atau usia muda.

“Menurut beberapa studi on set diabetes melitus yang terjadi di usia muda punya progresifitas atau perburukan yang lebih cepat,” terang Clarin Hayes.

Baca Juga: Profil Rey Utami, Sosok Artis Terkaya se Indonesia 2023, Hartanya Hampir Capai Rp 5 Triliun

Hal itu bisa terjadi karena di usia muda sering menyepelekan makanan dan minuman yang bisa memperburuk fungsi pankreas.

“Kerusakan pada pankreas atau pabrik insulin bisa cepat terjadi. Masih muda tapi menyepelekan itu. Pas konsultasi ke dokter sudah telat,” tegasnya.

Tanda-tanda yang bisa diamati ketika mengalami diabetes melitus di usia muda yakni Polifagi, Poliuri, dan Polidipsi.

Baca Juga: Begini Cara Mengecek Diabetes Melitus Tanpa Gejala, Segera ke Dokter Jika 2 Hal Ini Ada di Kaki

1. Polifagi

Polifagi ditandai dengan kondisi mudah lapar. Sehingga meskipun gula darah sudah tinggi, lambung merangsang otak untuk makan.

“Itu karena ada resistensi insulin, jadi gula yang ada di dalam darah tidak bisa dipakai sebagai sumber energi oleh sel tubuh,” tuturnya.

2. Poliuri

Kondisi ini menandakan penderita diabetes melitus akan sering kencing.

Hal itu terjadi karena tingginya kadar gula dalam darah sehingga berusaha dikeluarkan melalui air seni.

“Ketika sudah sering pipis nanti cairan tubuh jadi berkurang dan dehidrasi, maka akan sering haus juga,” ujarnya.

3. Polidipsi

Sedangkan pada polidipsi yaitu penderita diabetes melitus mengalami rasa haus yang terus menerus.

“Sering harus karena sering buang air kecil. Jadi ketiga tanda itu harus bener-bener diperhatikan,” tambahnya.

Namun yang perlu dicatat, belum tentu seseorang yang mengalami polifagi, poliuri, dan polidipsi langsung menderita diabetes melitus.

Ada tanda-tanda lain atau faktor lain yang berisiko pada penderita diabetes melitus.

Seperti obesitas, ada riwayat diabetes keluarga, diabetes gestasional untuk perempuan hamil, dan bukti laboratorium.

Itulah beberapa tanda-tanda diabetes melitus yang harus diperhatikan setiap orang agar bisa melakukan pencegahan lebih awal.***(Faisal)

Rekomendasi