

inNalar.com – Selasa, 11 Juli 2023 adalah peringatan Hari Populasi Sedunia atau World Population Day.
Hari Populasi Sedunia ditetapkan sebagai hari yang diperingati setiap tahunnya oleh Dewan Pemerintah Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB pada tahun 1989.
Hari Populasi Sedunia pun menjadi momentum kita untuk mengingat kembali impian masa depan yang berkelanjutan.
Dilansir dari laman United Nations Population Fund atau UNFPA, PBB menyebut bahwa populasi dunia pada akhir tahun 2022 diprediksi menyentuh angka 8 miliar jiwa, sehingga dengan adanya Hari Populasi Dunia ini kita dapat membangun kembali kesadaran akan pentingnya permasalahan yang berhubungan dengan populasi di seluruh dunia.
Seorang antropolog asal Norwegia bernama Thomas Eriksen memberikan perhatian khusus pada perkembangan populasi dunia yang begitu pesat disertai dengan akselerasi perubahan pola hidup yang juga berkembang dengan cepat.
Pada tahun 2016, Thomas Eriksen menulis sebuah buku yang berjudul “Overheating: An Anthropology of Accelerated Change“. Melalui bukunya, ia menyorot tentang pesatnya pertumbuhan penduduk yang tidak sejalan dengan pengelolaan sumber daya manusia yang baik.
Baca Juga: Kenali Kadar Gula Darah Normal yang Tepat untuk Setiap Usia, Mulai dari Balita hingga 60 Tahun
Thomas Eriksen mengungkapkan bahwa “Overheating” merupakan makna metaforis yang menunjukkan gambaran umum bahwa dunia ini berubah dengan cepat, baik dari pertumbuhan penduduknya maupun inovasi yang menghasilkan gaya hidup yang berubah drastis setiap tahunnya.
Hari Populasi Sedunia ini bisa menjadi kesempatan bagi kita untuk kembali merenung tentang betapa pentingnya pengelolaan kualitas SDM sejumlah 8 miliar ini agar bisa menjadi bonus demografi, bukan menjadi petaka “Overheating” sebagaimana yang disebutkan oleh Thomas Eriksen.
Jumlah penduduk yang fantastis dengan perubahan zaman yang begitu cepat, terlebih pasca pandemi COVID-19 yang baru saja dilalui menjadi tantangan yang perlu disadari bersama pada peringatan Hari Populasi Sedunia ini.
UNFPA mengajak kita semua untuk mengingat kembali pencapaian dimana manusia bisa hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih banyak hak dan pilihan yang disajikan sebab berbagai kemajuan teknologi dan inovasi yang ada.
Namun, hari besar ini juga perlu menjadi momentum bagi kita untuk menyadari betapa banyak penduduk yang masih belum merasakan pencapaian tersebut.
Adapun momentum Hari Populasi Sedunia 2023, UNFPA akan berfokus pada isu tentang permasalahan hak wanita dan anak perempuan.
Dilansir dari laman United Nations Population Fund, disebutkan bahwa lebih dari 40 % wanita tidak dapat menggunakan hak mereka untuk mengambil keputusan.
Dimulai dari akses pendidikan yang layak, hak wanita untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi negara, dan memperhatikan kesehatan seksual serta reproduksi wanita.
Dengan demikian, diharapkan dengan terbangunnya kesadaran untuk menyelesaikan berbagai permasalahan kependudukan, salah satunya terkait hak wanita dalam kesejahteraan hidup, bisa menjadi upaya untuk menyeimbangkan percepatan perubahan zaman dan mewujudkan impian kehidupan yang berkelanjutan.***