

inNalar.com – Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mewujudkan program ini.
Program transisi energi kini digalakkan bertepatan pada hari lingkungan hidup sedunia.
Program transisi energi ini mulai diterapkan khsususnya di daerah Bali.
Tujuan utama pemberlakuan transisi energi ini adalah untuk mengurangi sampah botol plastik di daerah Bali.
Dalam kerjasama antara KKP dan BSI memperkenalkan sejumlah teknologi pendukung program transisi energi.
Salah satunya adalah teknologi mesin daur ulang ulang sampah botol plastik.
Baca Juga: 5 Buah Ini Bisa Turunkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus
Mesin daur ulang ulang sampah botol plastik atau Reserve Vending Machine (RVM) mulai ditempatkan di sejumlah pusat dunia di daerah Bali.
Misalnya pada minimarket, supermarket, hingga mall skala internasional yang berlokasi di daerah Bali.
Mesin daur ulang ulang sampah botol plastik akan mengumpulkan sampah botol plastik yang dikumpulkan dengan sejumlah koin.
Baca Juga: Lirik Lagu GAHO ‘Start Over’ Cover by ZEROBASEONE Saat Tampil di TheKstarNextDoor, Pecah Banget!
Koin yang didapat nantinya dapat dibelanjakan di pusat dunia tersebut.
Tentu sosialisasi kepada masyarakat terus dijalankan seiring penerapan mesin daur ulang sampah botol plastik ini.
Sosialisasi berupa langkah langkah menggunakan mesin daur ulang sampah plastik hingga manfaat yang diperoleh.
Selain itu, promosi mengenai mesin daur ulang ulang sampah plastik juga disebar hampir di seluruh daerah Bali.
Nantinya botol plastik yang terkumpul melalui mesin ini dapat didaur ulang kembali.
Daur ulang sampah botol plastik menjadi sebuah alternatif energi terbaharukan maupun menjadi barang yang bernilai guna.
Komunitas UMKM kreatif juga dapat mengambil hasil pengumpulan sampah botol plastik dari mesin ini.
UMKM kreatif di daerah Bali khususnya dapat meraih keuntungan dengan mendaur ulang sampah botol plastik menjadi barang bernilai jual tinggi. *** (Rifqi Putra Kurnia Haq)